Corona di India Semakin Melonjak, Indonesia Dinilai Harus Lebih Waspada Menghadapi COVID-19

Madurapost.co.id, Kesehatan — Situasi penyebaran Corona di India semakin mengkhawatirkan. Dilaporkan dari New Delhi, kasus baru yang bertambah berjumlah 400.000 kasus dalam sehari.

Hal ini disampaikan oleh Hindustan Times dengan melansir pernyataan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India.

Lebih tepatnya, sebanyak 401.993 kasus tercatat Jumat kemarin (30/04/2021). Dari angka tersebut, terdapat sebanyak 3.523 orang yang meninggal karena COVID-19 di India dalam 24 jam terakhir.

Keadaan ini diperparah dengan naiknya tingkat penyebaran COVID-19 di sebagian besar daerah di India seperti Maharashtra, Uttar Pradesh, Gujarat, dan Tamil Nadu.

Di Maharashtra sendiri, jumlah orang yang terkena COVID sebanyak kurang lebih 62.000 orang dengan jumlah kematian sebanyak 828 orang.

Karena hal tersebut, Maharashtra menjadi negara bagian dengan jumlah penderita COVID paling banyak dan terparah. Kasus aktif di Maharashtra semakin hari semakin bertambah.

Bukan hanya itu saja, kekurangan medis, tempat tinggal, serta kebutuhan utama seperti air kian membuat kondisi pemulihan COVID-19 di India sulit dilaksanakan.

Trending Update:  [UPDATE] Daftar Tempat Vaksin Corona di Jakarta Lengkap Tahun 2021

Karvanya kembali menanjak setelah beberapa bulan terakhir melandai. Karena keadaan ini, India resmi menyandang status negara dengan lonjakan atau outbreak yang terjadi lebih dari sekali.

Bercermin dari India, Indonesia dirasa perlu memperbaiki sistem pemulihan COVID-19 dan memperketat pembatasan mobilisasi.

Hal ini dibuktikan lewat perkataan yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin sehubungan dengan merebaknya mutasi virus yang sudah menyebar ke Afrika Selatan, India, dan Inggris.

Menurut Budi, karena penularan mutasi virus ini relatif tinggi, masyarakat bersama dengan pemerintah harus berusaha menjaga diri dengan hati-hati.

Adapun jumlah mutasi virus yang masih sedikit membuat masyarakat bersama pemerintah memiliki waktu yang cukup dalam melakukan isolasi, testing, serta tracking agar virus mutasi tidak merajalela.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam pencegahan merebaknya COVID-19, baik itu virus mutasi atau bukan adalah dengan bercermin dan melihat kondisi yang berlangsung di India.

Trending Update:  Aturan Mudik Corona 2021, Harus Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!

Ada beberapa hal yang harus digaris bawahi oleh pemerintah Indonesia.

Corona di India Merebak Karena Virus Mutasi

Salah satu alasan mengapa kasus COVID-19 di India bertambah secara signifikan disebabkan oleh adanya virus mutasi yang menyebar ke banyak daerah.

Virus mutasi ini disebut sebagai double mutant, dimana penyebarannya relatif tinggi karena terdapat 2 mutasi lebih di tubuh virus.

Sama halnya seperti menggandakan bakteri, virus yang digandakan juga akan hinggap di benda atau tubuh lebih cepat dari biasanya.

Masyarakat India sendiri menyebut jenis mutasi ini mengenai apapun yang bersentuhan, bahkan jika frekuensinya tidak sering. Mutasi virus ini sangat mudah menempel di sel tubuh.

Trending Update:  [UPDATE] Daftar Tempat Vaksin Corona di Jakarta Lengkap Tahun 2021

Indonesia bisa jadi akan seperti India apabila tidak benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan dan aktif meneliti varian baru COVID-19.

Kesalahan yang dilakukan pemerintah India seharusnya bisa jadi cerminan pemerintah Indonesia agar penyebaran COVID-19 tidak semakin banyak.

Adanya Acara Keagaamaan Kumbh Mela dan Rasa Puas Masyarakat

Terlepas dari kian banyaknya COVID-19 yang menyebar di India, pemerintah India memperbolehkan umat Hindu untuk melakukan Kumbh Mela.

Kumbh Mela sendiri merupakan festival keagaamaan yang dirayakan 4 kali dalam 12 tahun. Jumlah perayaan yang cenderung lebih jarang membuat banyak umat Hindu di India ingin berpartisipasi di dalamnya.

Sayangnya, rasa puas diri dan euforia yang berlebihan justru malah membuat India menuju krisis luar biasa di kondisi pandemi.

Karena kegiatan mandi bersama di Sungai Gangga yang merupakan bagian dari festival tersebut, Corona di India menjadi lebih parah dari sebelumnya.

Leave a Comment