Terkuak! Rencana Iran ‘Pajaki’ Kapal di Selat Hormuz

Terkuak! Rencana Iran 'Pajaki' Kapal di Selat Hormuz

Teheran – Iran tengah menggodok rencana ambisius untuk melegalkan pungutan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya strategis untuk menambah pundi-pundi pendapatan negara sekaligus mengukuhkan kedaulatan atas jalur pelayaran vital tersebut. Mohammadreza Rezaei Kouchi, seorang anggota parlemen Iran, mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang sedang disiapkan untuk memberikan dasar hukum bagi kebijakan ini.

"Kami bertekad untuk menyusun undang-undang yang secara tegas menetapkan kedaulatan, dominasi, dan kontrol kami atas Selat Hormuz. Ini akan menjadi fondasi hukum yang kuat untuk memberlakukan pungutan," jelas Kouchi pada Kamis (26/3), seperti dikutip kantor berita Tasnim. Ia menambahkan bahwa draf awal regulasi ini sudah rampung, meskipun belum secara resmi diajukan sebagai proposal.

Terkuak! Rencana Iran 'Pajaki' Kapal di Selat Hormuz
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Kouchi menekankan bahwa pungutan tersebut bukan hanya soal pendapatan, melainkan juga krusial untuk memastikan keselamatan navigasi kapal-kapal yang melintasi koridor maritim strategis antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Rancangan ini akan melewati serangkaian pembahasan internal sebelum akhirnya diajukan ke sidang terbuka parlemen untuk disahkan.

COLLABMEDIANET

Wacana ini bukan tanpa preseden. Sebelumnya, pada 24 Maret, Bloomberg melaporkan bahwa Iran telah mulai memberlakukan biaya hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp33,8 miliar) kepada kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz. Hal ini mengindikasikan bahwa langkah penarikan biaya sudah berjalan di lapangan, meskipun dasar hukumnya masih dalam proses penyusunan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Vahid Jalalzadeh, juga sempat menyinggung perihal regulasi baru untuk Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa pemerintah sedang menyusun aturan-aturan baru yang rencananya akan diberlakukan setelah konflik di kawasan mereda, dengan potensi kerja sama erat bersama Oman.

Langkah Iran ini tidak bisa dilepaskan dari konteks ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar