Teror Mental Hantui Belgia Iran Siapa Kuat

Teror Mental Hantui Belgia Iran Siapa Kuat

madurapost.co.id – Panggung akbar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama mendebarkan ketika Belgia dan Iran saling berhadapan di SoFi Stadium Los Angeles California Senin dini hari. Pertarungan ini bukan sekadar adu taktik di lapangan hijau namun juga duel mental yang menguras energi. Kedua tim datang dengan beban psikologis berbeda yang siap menguji ketahanan mereka.

Bagi Belgia bayangan kelam empat tahun lalu di Qatar masih menghantui. Kegagalan melaju dari fase grup menjadi mimpi buruk yang tak ingin terulang. Sementara itu Iran harus berjibaku dengan tekanan di luar lapangan akibat perlakuan kurang menyenangkan dari tuan rumah Amerika Serikat. FIFA menjamin Iran bisa tiba di Los Angeles dua hari sebelum pertandingan namun otoritas AS mengabaikannya. Ini memaksa Team Melli melakukan perjalanan bolak-balik Tijuana Meksiko ke Los Angeles AS dalam waktu 24 jam untuk kedua kalinya. Sebelumnya mereka sudah merasakan hal serupa saat menghadapi Selandia Baru. Federasi sepak bola Iran bahkan telah melayangkan keluhan resmi kepada FIFA atas insiden ini.

Teror Mental Hantui Belgia Iran Siapa Kuat
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Meski diterpa gempuran psikologis Iran menunjukkan mental baja. Mereka berhasil mencuri satu poin dari Selandia Baru dengan skor 2-2 di tengah kondisi fisik dan mental yang kurang prima. Kini tantangan lebih berat menanti menghadapi Belgia yang di atas kertas jauh lebih kuat dan favorit juara grup. Namun ada secercah harapan bagi Iran. Pasukan Amir Ghalenoei akan menghadapi Belgia yang sedang kesulitan mencetak gol. Ini kabar baik mengingat lini serang Setan Merah yang begitu produktif di babak kualifikasi dengan 29 gol dari delapan laga kini tampak mandul.

COLLABMEDIANET

Saat melawan Mesir Belgia hanya mampu menghindari kekalahan berkat gol bunuh diri lawan. Dari 14 peluang yang tercipta hanya dua yang mengarah ke gawang tanpa hasil. Kegagalan ini semakin memperkuat kekhawatiran akan terulangnya nasib buruk 2022 di Qatar di mana mereka hanya mencetak satu gol dan kebobolan dua kali. Pelatih Rudi Garcia harus segera menemukan solusi untuk lini serangnya. Memaksimalkan Romelu Lukaku yang memberikan dampak instan saat masuk lapangan menjadi pilihan krusial dibanding terus mengandalkan Charles de Ketelaere.

Kebutuhan merombak ujung tombak serangan menjadi sangat mendesak agar Iran tidak bisa memanfaatkan celah ini. Apalagi lini belakang Team Melli terbukti tidak sekuat Mesir setelah dua kali dibobol Elijah Just dari Selandia Baru. Jeremy Doku winger Manchester City menjadi tumpuan utama serangan Belgia. Doku tampil memukau dengan tiga dari sepuluh dribelnya berujung peluang gol enam kali memenangkan penguasaan bola dan lima kali memaksa lawan melakukan pelanggaran. Statistiknya bahkan melampaui kebanyakan pemain kecuali Vinicius Junior di Piala Dunia 2022. Doku akan berkolaborasi dengan Kevin De Bruyne dan Leandro Trossard untuk membongkar pertahanan Iran.

Di sisi lain Iran juga memiliki pekerjaan rumah. Lini belakang mereka rentan terutama di sisi kanan yang menjadi sumber kedua gol Selandia Baru. Bek kanan Ramin Rezaeian yang kerap maju membantu serangan bahkan mencetak gol pertama dan merancang gol kedua Iran. Sebaliknya Team Melli harus segera menutup lubang besar di lapangan tengah. Dua gelandang Saeid Ezatolahi dan Saman Ghoddos lambat merespons serangan lawan yang berujung pada gol-gol Selandia Baru. Kelemahan ini harus segera diperbaiki mengingat Belgia memiliki gelandang yang lebih tangguh kreatif dan cepat seperti Youri Tielemans dan Amadou Onana.

Meski kualitas lapangan tengah Iran mungkin di bawah Belgia semangat bertarung di Piala Dunia bisa menjadi energi tambahan. Mengubah tekanan mental akibat perlakuan AS menjadi motivasi ekstra bisa menjadi kunci. Empat tahun lalu Iran berhasil mengalahkan Wales tim Eropa di laga kedua fase grup dan menghindari posisi juru kunci. Belgia memang bukan Wales namun hasil 2022 menunjukkan Iran tidak bisa diremehkan saat menghadapi tim-tim Eropa.

Baik Belgia maupun Iran tentu tidak akan puas hanya dengan satu poin. Kemenangan akan menjadi modal penting dan dorongan moral untuk menuntaskan fase grup dengan hasil positif saat menghadapi Selandia Baru dan Mesir di laga selanjutnya. Pertandingan ini akan menjadi ujian sejati bagi mentalitas dan strategi kedua tim.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar