Prabowo Tantang Dunia Lewat 100 GW PLTS

Prabowo Tantang Dunia Lewat 100 GW PLTS

madurapost.co.id – Sebuah visi energi ambisius digulirkan Presiden Prabowo Subianto, menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu hanya dua tahun. Ini bukan sekadar janji, melainkan sebuah deklarasi tegas tentang komitmen Indonesia menuju kemandirian energi dan kepemimpinan global dalam mitigasi perubahan iklim. Target fantastis ini sontak menjadi sorotan, menandai era baru transisi energi di Tanah Air.

Pengumuman monumental ini disampaikan Presiden Prabowo di sela-sela peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa proyek PLTS raksasa ini merupakan pilar utama strategi Indonesia untuk mencapai otonomi energi sekaligus secara drastis menekan jejak karbon. Sebelumnya, program B50 saja telah terbukti mampu menghemat emisi setara 44 juta ton karbon dioksida. Bayangkan dampak masif yang akan dihasilkan oleh 100 GW energi surya, yang akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam upaya pengurangan emisi global.

Prabowo Tantang Dunia Lewat 100 GW PLTS
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Langkah awal menuju pencapaian target kolosal ini sudah dimulai. Perusahaan Listrik Negara (PLN) direncanakan akan memulai pembangunan PLTS berkapasitas 17 gigawatt pada tahun 2026. Namun, angka 100 GW dalam dua tahun adalah tantangan yang jauh lebih besar, sebuah pertanyaan yang dilontarkan langsung oleh Prabowo kepada jajaran menterinya. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dengan serentak menyatakan kesanggupan mereka untuk mewujudkan visi ambisius tersebut.

COLLABMEDIANET

Bagi Presiden, pengembangan PLTS secara masif, bersamaan dengan implementasi B50, adalah esensial dalam mengukuhkan kemandirian energi nasional. Energi merupakan urat nadi kehidupan bangsa, penopang segala sektor, dari industri hingga rumah tangga. Ketergantungan pada sumber energi impor harus diminimalisir demi stabilitas dan kedaulatan negara.

Indonesia, lanjut Prabowo, diberkahi dengan karunia sumber daya alam yang melimpah ruah. Cadangan panas bumi (geotermal) yang sangat besar, cadangan batu bara yang masih menjadi salah satu yang terbesar di dunia, serta cadangan gas alam yang signifikan, merupakan aset strategis. Penemuan ladang gas baru di Andaman, serta potensi besar di Masela Maluku Barat Daya dan Natuna, semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai raksasa energi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar