Harga BBM Nelayan Disubsidi Besar Siapa Untung

Harga BBM Nelayan Disubsidi Besar Siapa Untung

madurapost.co.id – Sebuah keputusan strategis yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi maritim Indonesia baru saja diambil Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah pertemuan penting di Hambalang Bogor pada Senin lalu Presiden memimpin diskusi bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara. Fokus utama pembahasan adalah penetapan harga bahan bakar minyak atau BBM khusus bagi para nelayan sebuah langkah yang diharapkan membawa angin segar bagi sektor perikanan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan pemberlakuan harga istimewa untuk BBM jenis solar sebesar Rp15.000 per liter. Kebijakan ini secara spesifik ditujukan bagi nelayan yang mengoperasikan kapal dengan kapasitas antara 30 hingga 200 gross ton. Ini merupakan kabar baik mengingat sebelumnya nelayan dengan kapal di bawah 30 GT sudah menikmati harga bersubsidi Rp6.800 per liter. Namun gejolak harga energi global terutama akibat dinamika di Timur Tengah sempat membuat harga BBM non-subsidi melonjak hingga mencapai Rp21.300 per liter membebani operasional para nelayan.

Harga BBM Nelayan Disubsidi Besar Siapa Untung
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Penetapan harga Rp15.000 per liter ini bukan tanpa dasar. Menurut Airlangga angka tersebut didasarkan pada perhitungan rata-rata biaya produksi solar di dalam negeri yang mencapai Rp18.600 per liter. Ini berarti ada selisih sekitar Rp3.600 per liter yang akan ditanggung. Yang menarik pembiayaan selisih harga ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Sebaliknya dana tersebut akan disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan BPDP.

COLLABMEDIANET

"Menteri ESDM akan segera mengeluarkan regulasi terkait dukungan ini. Jumlah sekitar Rp3.600 per liter akan dibiayai sepenuhnya oleh BPDP" jelas Airlangga memastikan keberlanjutan skema ini. Ia menambahkan bahwa BPDP memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk mendukung kebijakan krusial ini. Harga khusus BBM bagi nelayan ini direncanakan berlaku selama enam bulan ke depan dengan alokasi kuota total mencapai 400.000 ton.

Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh sejumlah figur kunci dalam pemerintahan. Beberapa di antaranya termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Luar

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar