madurapost.co.id – Sebuah gudang rongsokan di Kabupaten Malang mendadak menjadi pusat perhatian setelah penemuan tak terduga yang menggegerkan warga. Sebuah mortir, diduga masih aktif, berhasil diidentifikasi dan segera ditangani oleh tim ahli penjinak bom dari Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui prosedur disposal yang ketat. Insiden ini memicu respons cepat dari aparat keamanan demi menjamin keselamatan publik.
Juru bicara Polres Malang, AKP M Budiono, menjelaskan bahwa penanganan benda berbahaya tersebut dilakukan sepenuhnya oleh Tim Penjinak Bom atau Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Timur. Proses pemusnahan berlangsung pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB, setelah tim melakukan asesmen menyeluruh terhadap mortir tersebut. Lokasi pemusnahan dipilih di area aman Taman Loropangkon, Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen, memastikan tidak ada risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

"Penanganan berjalan aman dan terkendali, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku untuk penjinakan bahan peledak," tegas AKP Budiono, menggarisbawahi profesionalisme tim di lapangan.

Related Post
Terungkapnya benda berbahaya ini bermula dari kejelian seorang pengepul barang bekas. Pada Sabtu lalu, saat sedang memilah tumpukan besi tua di gudang rongsokan miliknya di Desa Kedungpedaringan, ia menemukan sebuah benda asing yang menyerupai mortir. Benda tersebut terselip di antara rongsokan besi, memicu kekhawatiran serius.
Merasa ada yang tidak beres dan khawatir akan potensi bahaya, pengepul tersebut tanpa ragu melaporkan temuannya kepada perangkat desa setempat, yang kemudian meneruskan informasi krusial ini kepada pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, personel gabungan dari Polres Malang dan Polsek Kepanjen langsung bergerak cepat menuju lokasi. Area penemuan segera diamankan, dan masyarakat sekitar diminta untuk tidak mendekat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga kini, misteri mengenai asal-usul mortir dan bagaimana benda mematikan itu bisa tersimpan di antara tumpukan rongsokan masih menjadi fokus penyelidikan intensif aparat kepolisian. Polres Malang berkomitmen untuk mengungkap latar belakang penemuan ini demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam kesempatan ini, Polres Malang juga tak lupa menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau amunisi, warga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat. Peringatan keras juga disampaikan agar masyarakat tidak menyentuh atau memindahkan benda-benda tersebut. Penanganan harus diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus, demi keselamatan bersama.










































Tinggalkan komentar