madurapost.co.id – Sebuah pemandangan langka dan mengagumkan baru-baru ini mencuri perhatian publik di Kabupaten Kediri Jawa Timur Bagaimana tidak di tengah hiruk pikuk perbedaan keyakinan tiga rumah ibadah berbeda agama berdiri berdampingan kokoh dalam satu kompleks sekolah Fenomena unik ini bukan hanya sekadar bangunan fisik melainkan simbol nyata dari toleransi yang telah mengakar kuat di Bumi Panjalu Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bupati Hanindhito Himawan Pramana secara tegas menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kerukunan sejak usia dini terutama di lingkungan pendidikan Ini adalah upaya strategis untuk memperkokoh harmoni masyarakat yang beragam
Peresmian tiga tempat suci tersebut yakni Mushola Al Ikhlas Gereja Imanuel dan Pura Widya Loka di SMP Negeri 3 Grogol menjadi momen bersejarah Bupati Hanindhito yang akrab disapa Mas Dhito menyebut inisiatif ini sebagai kado istimewa bagi Kediri Sebuah bukti konkret bahwa toleransi bukan hanya wacana tetapi telah menjadi karakter yang terbentuk dan terwujud nyata Kehadiran fasilitas ibadah ini diharapkan memberi ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan ritual keagamaan mereka dengan nyaman sesuai keyakinan masing-masing tanpa sekat

Mas Dhito menegaskan bahwa semangat toleransi harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang Menurutnya toleransi lahir dari sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan yang ada Ia bahkan menyoroti bahwa semangat kerukunan serupa juga terlihat di wilayah timur Kediri tepatnya di SD Negeri Besowo 2 Kecamatan Kepung yang juga memiliki tiga tempat ibadah berdampingan Ini menunjukkan bahwa dari ujung timur hingga barat Kabupaten Kediri memiliki tingkat toleransi beragama yang sangat tinggi sebuah capaian yang patut diacungi jempol

Related Post
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan Bupati kepada seluruh keluarga besar SMP










































Tinggalkan komentar