madurapost.co.id – Sebuah harapan tipis muncul di tengah operasi pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Tim gabungan SAR berhasil menemukan sebuah jaket pelampung tanpa identitas dan wadah plastik di perairan lepas pantai Anyer Banten. Namun pihak berwenang segera mengeluarkan peringatan keras agar publik tidak berspekulasi terlalu dini terkait temuan ini.
Penemuan krusial tersebut dilakukan oleh KRI KAL Anyer milik Pangkalan Angkatan Laut Banten. Lokasinya sekitar 7,05 mil laut dari bibir pantai atau sekitar 10 hingga 12 mil laut dari titik terakhir keberadaan kapal cepat yang ditumpangi para jurnalis. Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banten Letkol Wawan Subagyo Mardani menegaskan bahwa jaket pelampung polos dan botol plastik putih yang lazim digunakan nelayan lokal itu kini sedang menjalani proses identifikasi mendalam di posko utama Pandeglang. Langkah ini diambil demi mencegah munculnya asumsi liar di masyarakat.

"Kami tidak bisa serta merta menyatakan bahwa barang-barang ini milik korban," ujar Letkol Wawan di Pandeglang. "Semua temuan akan kami kumpulkan di posko untuk identifikasi awal sebelum kami umumkan apakah barang tersebut benar-benar milik korban atau tidak. Kami ingin menghindari pernyataan yang bisa memicu keraguan atau spekulasi yang tidak berdasar," tambahnya. Otoritas TNI AL berencana mencocokkan karakteristik barang yang ditemukan dengan pihak penyewa kapal cepat guna memastikan kepemilikan.

Related Post
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii melaporkan hasil penyisiran udara yang dilakukan pada hari yang sama. Penerbangan di atas perairan dan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau tidak membuahkan hasil visual terkait keberadaan jurnalis maupun kapal yang hilang. "Secara pribadi saya tidak melihat apapun dari pesawat tadi. Namun hasil operasi hari ini akan berdasarkan laporan dari enam sektor di lapangan," jelas Syafii.
Ia juga menyoroti kondisi lapangan yang cukup menantang. Jarak pandang di bawah 1.500 meter terganggu oleh kabut asap regional dan aktivitas vulkanik. Syafii memastikan operasi SAR akan terus berlanjut selama tujuh hari sesuai standar International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR). Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi panduan utama.
"Kami pastikan proses pencarian di lapangan terus berjalan dan tidak dihentikan," tegas Syafii. Pertemuan evaluasi multi-lembaga akan digelar pada hari ketujuh untuk menentukan fase selanjutnya dari operasi pencarian lima jurnalis yang meliputi M Bagus Khoirunnas dari ANTARA Ari Basuki dari Merdeka Yudistiro Pranoto dari iNews Firdaus Wajidi dari Anadolu dan Donal Husni seorang jurnalis lepas. Tiga awak kapal juga turut berada di dalam kapal cepat tersebut.










































Tinggalkan komentar