Investor Ketar Ketir Iklim Usaha Jatim Terancam

Investor Ketar Ketir Iklim Usaha Jatim Terancam

madurapost.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia APINDO Jawa Timur melontarkan peringatan keras terkait kondisi iklim investasi dan keberlangsungan industri di provinsi tersebut. Di tengah gejolak ekonomi global dan nasional, APINDO menyoroti pentingnya kepastian hukum serta konsistensi kebijakan pemerintah demi menjaga daya tarik Jawa Timur sebagai tujuan investasi utama. Data terbaru menunjukkan adanya penurunan laju pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi yang signifikan, memicu kekhawatiran akan masa depan sektor riil dan lapangan kerja.

Ketua DPP APINDO Jawa Timur Eddy Widjanarko mengungkapkan keprihatinannya atas perlambatan ekonomi yang berpotensi mengancam sektor industri yang telah lama beroperasi. Menurutnya, pencapaian investasi yang sudah ada harus dilindungi dengan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, memberikan jaminan bagi para investor serta industri eksisting. Tanpa langkah konkret, potensi dampak negatif terhadap perekonomian daerah bisa semakin meluas.

Investor Ketar Ketir Iklim Usaha Jatim Terancam
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat, pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada triwulan II 2026 hanya mencapai 5,72 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya yang berhasil menorehkan 5,96 persen. Lebih lanjut, realisasi investasi di Jawa Timur sepanjang semester I 2026 menyentuh angka Rp72,7 triliun. Jumlah ini mengalami kontraksi sebesar 2,6 persen jika dibandingkan periode serupa tahun 2025 yang mencapai Rp74,7 triliun. Penurunan tersebut meliputi Penanaman Modal Dalam Negeri PMDN sebesar 2,4 persen dan Penanaman Modal Asing PMA sebesar 3,2 persen.

COLLABMEDIANET

Meski demikian, ada secercah harapan dari Kabupaten Pasuruan yang mencatatkan PMA sebesar Rp5,5 triliun, sedikit melampaui Kabupaten Gresik dengan Rp5,4 triliun. Data ini berasal dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Jawa Timur. Namun, Eddy Widjanarko menegaskan bahwa kondisi ini justru menggarisbawahi urgensi untuk tidak hanya menarik investasi baru, tetapi juga memberikan kepastian bagi industri yang telah menancapkan akarnya.

APINDO mengapresiasi upaya DPMPTSP Jawa Timur dalam menyederhanakan perizinan, termasuk mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar