Madiun Gempur Silent Killer Warga Wajib Tahu

Madiun Gempur Silent Killer Warga Wajib Tahu

madurapost.co.id – Ancaman kesehatan tak menular kini menjadi sorotan utama di Kota Madiun. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun (Dinkes PPKB) bergerak cepat memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian penyakit yang kerap disebut "silent killer" ini, terutama hipertensi. Langkah ini diambil demi menjamin kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan terhindar dari bahaya tersembunyi.

Tri Hari Wahyuningtyas, Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular Usia Lanjut Jiwa dan Napza Dinkes PPKB Kota Madiun, menegaskan bahwa penyakit tak menular (PTM) adalah tantangan serius yang terus meningkat, tidak terkecuali di Madiun. "Dengan sinergi dan kolaborasi kuat dari seluruh elemen masyarakat, kami optimis upaya pencegahan serta penanganan hipertensi di tengah warga dapat mencapai hasil optimal," ungkapnya dalam sebuah forum koordinasi program PTM di Madiun baru-baru ini.

Madiun Gempur Silent Killer Warga Wajib Tahu
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun menunjukkan fakta mengejutkan. Hipertensi dan diabetes melitus mendominasi daftar penyakit tak menular yang ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tercatat lebih dari 14.200 jiwa menderita hipertensi, sementara pasien diabetes melitus mencapai angka 12.700 lebih. Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat banyak kasus yang mungkin belum terdeteksi secara resmi.

COLLABMEDIANET

Koordinasi program ini diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara para tenaga kesehatan dan masyarakat. Tujuannya jelas, meningkatkan kesadaran akan deteksi dini, mengendalikan faktor risiko, serta mendongkrak jumlah penderita hipertensi yang berhasil terkendali di Kota Madiun. Forum ini juga menjadi ajang penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam implementasi program pencegahan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan solusi yang lebih efektif dan efisien.

"Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, para profesional kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit tak menular, khususnya hipertensi," tambah Tri Hari Wahyuningtyas.

Dinkes PPKB Kota Madiun juga gencar menyuarakan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Warga didorong untuk aktif menerapkan gaya hidup sehat sebagai benteng utama pencegahan PTM. Program deteksi dini digalakkan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Dinkes PPKB bersama puskesmas setempat.

Dalam setiap kegiatan, petugas tak henti memberikan konseling mendalam. Mereka mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), mengatur pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Koordinasi Program PTM ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur Dinkes PPKB, puskesmas, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Pokja IV PKK kelurahan, hingga para kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), menunjukkan komitmen kolektif untuk Madiun yang lebih sehat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar