madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Sampang Jawa Timur kini menggencarkan upaya serius dalam menekan angka kejadian stunting di wilayahnya. Bukan sekadar program biasa sebuah inisiatif bernama Kelas Ibu Balita digulirkan sebagai garda terdepan dalam pertempuran melawan masalah gizi kronis ini. Langkah strategis ini diharapkan mampu memutus rantai stunting yang belakangan menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini menjelaskan bahwa program Kelas Ibu Balita ini dirancang khusus sebagai forum edukasi bagi orang tua yang memiliki anak berusia dua hingga lima tahun. Fokus utamanya adalah membekali para ibu dengan pemahaman mendalam mengenai asupan gizi seimbang serta pilihan makanan bergizi yang krusial untuk pertumbuhan optimal anak.

Penelitian yang dilakukan Dinkes-KB Sampang mengungkap fakta mengejutkan Anak-anak yang mengalami stunting di Sampang mayoritas bukan berasal dari keluarga miskin. Akar masalahnya justru terletak pada minimnya pengetahuan orang tua tentang pola makan bergizi yang tepat. "Edukasi kepada para ibu balita menjadi sangat vital agar mereka memiliki bekal pengetahuan yang memadai dalam menyediakan nutrisi terbaik bagi buah hati mereka" ujar Herlinda.

Related Post
Program Kelas Ibu Balita ini merupakan mandat yang harus dilaksanakan oleh setiap puskesmas di seluruh Kabupaten Sampang. Melalui wadah ini Pemkab Sampang bertekad membalikkan tren prevalensi stunting yang dalam tiga tahun terakhir justru menunjukkan peningkatan signifikan. Data mencatat pada tahun 2023 angka stunting berada di 112 persen lalu melonjak menjadi 183 persen pada tahun 2024 dan kembali naik tipis ke 185 persen di tahun 2025.
"Kami menargetkan melalui intensifikasi Kelas Ibu Balita ini angka stunting dapat ditekan secara drastis memasuki tahun 2027" tambah Herlinda. Materi yang disampaikan dalam kelas ini tidak hanya seputar gizi tetapi juga mencakup keselamatan anak di rumah penanganan awal saat sakit pencegahan penyakit serta pemenuhan gizi seimbang secara menyeluruh.
Selain program Kelas Ibu Balita upaya pencegahan stunting juga diperkuat dengan mengoptimalkan peran ribuan kader posyandu. Tercatat ada 4206 kader posyandu di Sampang dengan 3423 di antaranya telah mendapatkan pelatihan khusus. Para kader ini disebar di 180 desa dan kelurahan di 14 kecamatan dengan tugas mulia memberikan edukasi langsung dari rumah ke rumah tentang pentingnya asupan gizi seimbang.
Dengan sinergi antara Kelas Ibu Balita dan peran aktif kader posyandu Pemkab Sampang optimistis dapat mencapai target prevalensi stunting 14 persen sesuai arahan pemerintah pusat. Ini adalah perjuangan bersama demi generasi Sampang yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.










































Tinggalkan komentar