Van Gastel menjelaskan bahwa paruh pertama duel sengit itu berlangsung dalam tensi yang relatif berimbang. Kedua tim saling jual beli serangan dan menunjukkan kualitas permainan yang setara. Namun, semua berubah drastis setelah Adrian Purzycki diusir dari lapangan hijau. "Pertandingan berjalan seimbang di babak pertama namun saya rasa permainan kami berubah drastis setelah kartu merah di menit-menit awal babak kedua" ujar sang pelatih dalam konferensi pers usai laga Minggu malam.
Kondisi bermain dengan sepuluh orang memaksa skuad Laskar Mataram untuk mengubah strategi secara fundamental. Mereka harus lebih banyak bertahan menghadapi gempuran tanpa henti dari Persebaya yang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Meskipun demikian pelatih asal Belanda itu memuji ketangguhan anak asuhnya yang mampu menahan laju serangan Bajul Ijo yang banyak mengandalkan umpan silang. Para pemain PSIM dinilai berhasil menjalankan tugas bertahan dengan sangat baik di bawah tekanan berat.

Jean-Paul juga mengungkapkan alasannya tidak terburu-buru melakukan pergantian pemain. Ia melihat sebagian besar pemainnya masih dalam kondisi prima dan mampu mengimplementasikan strategi bertahan yang telah disiapkan. Hanya Safio Sheva yang ditarik keluar lapangan karena mengalami kram sementara pemain lainnya tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas tim. Situasi baru berubah ketika Persebaya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-81. Gol tersebut memaksa PSIM untuk mengambil risiko lebih besar dan melakukan perubahan taktik demi mengejar ketertinggalan. "Saat gawang kami kebobolan kami harus berupaya mencetak gol dan itulah mengapa kami memasukkan tenaga baru" tambahnya.

Related Post
Di sisi lain penjaga gawang PSIM Jogja Cahya Supriadi mengakui bahwa pertandingan melawan Persebaya merupakan laga yang sangat berat bagi timnya terutama setelah harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap. "Pertandingan ini cukup berat bagi kami namun saya ucapkan selamat kepada Persebaya yang bermain bagus dan kami juga mampu memberikan perlawanan sengit" kata Cahya. Ia juga mengapresiasi semangat juang rekan-rekannya yang tetap berusaha keras meski situasi di lapangan sangat tidak menguntungkan. Hasil pertandingan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi penting bagi PSIM untuk tampil lebih solid di laga berikutnya menghadapi Madura United.










































Tinggalkan komentar