Rahasia Tinggi Anak Terungkap Jangan Salah Kaprah

Rahasia Tinggi Anak Terungkap Jangan Salah Kaprah

madurapost.co.id – Sebuah mitos populer yang menyebutkan konsumsi protein ganda atau berlebihan dapat membuat anak tumbuh lebih tinggi kini terbantahkan. Pakar kesehatan anak terkemuka, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI, seorang spesialis endokrinologi anak, dengan tegas membantah klaim yang beredar luas di masyarakat tersebut. Menurutnya, pemahaman yang benar adalah memastikan anak mendapatkan asupan protein yang cukup, bukan berlebihan.

Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Prof. Aman menjelaskan bahwa tubuh manusia secara genetik tidak dirancang untuk memproses kelebihan protein dalam jumlah masif. Ia menyoroti bahwa upaya keras tubuh menyaring sisa metabolisme protein, terutama dari daging, dapat menimbulkan dampak negatif. Mengambil contoh dari pengalaman klinisnya, ia pernah menangani kasus di mana konsumsi protein hingga 400-500 gram per hari justru merusak fungsi ginjal. Ini menunjukkan bahwa alih-alih memberikan manfaat, kelebihan protein justru berpotensi membahayakan organ vital.

Rahasia Tinggi Anak Terungkap Jangan Salah Kaprah
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Selain protein, pertumbuhan optimal anak memerlukan keseimbangan nutrisi yang komprehensif. Karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak juga memegang peranan krusial dalam mendukung perkembangan tubuh secara keseluruhan. Prof. Aman menekankan bahwa meskipun kekurangan protein dapat menyebabkan malnutrisi, memberikan protein secara berlebihan tidak akan secara ajaib membuat anak bertambah tinggi. Kunci utamanya terletak pada pola makan yang seimbang dan bervariasi.

COLLABMEDIANET

Orang tua disarankan untuk fokus pada penyediaan gizi seimbang melalui beragam jenis makanan dalam satu piring. Tidak perlu terpaku pada bahan makanan mahal seperti daging sapi atau salmon. Indonesia, sebagai negara maritim yang kaya, menawarkan banyak pilihan sumber gizi terjangkau dan berkualitas tinggi. Ikan kembung, misalnya, merupakan sumber protein dan nutrisi yang sangat baik. Ayam, telur, serta protein nabati seperti tempe dan tahu juga menjadi pilihan cerdas untuk melengkapi kebutuhan gizi anak.

Prof. Aman juga meluruskan kesalahpahaman mengenai susu dan minyak ikan yang kerap dianggap sebagai "peningkat tinggi badan instan". Ia menjelaskan bahwa susu segar memang baik karena kandungan kalsiumnya, namun tidak wajib dikonsumsi setiap hari. Anjuran konsumsi susu cukup satu hingga dua gelas per hari. Untuk dua tahun pertama kehidupan, Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik. Setelah usia satu tahun, anak sudah bisa mengonsumsi makanan rumahan, sehingga susu tambahan, termasuk susu segar, menjadi pelengkap dan bukan keharusan mutlak.

Begitu pula dengan vitamin D dan kalsium. Keduanya memang penting untuk pertumbuhan tulang dan jika kekurangan dapat menyebabkan stunting. Namun, jika asupan sudah normal, pemberian vitamin D atau kalsium secara berlebihan tidak akan membuat anak tiba-tiba menjadi lebih tinggi. Faktor-faktor penentu tinggi badan yang sebenarnya adalah gaya hidup sehat dan ideal, meliputi tidur yang cukup, olahraga teratur, asupan makanan yang memadai, serta kebahagiaan anak.

Bagi orang tua yang memiliki kekhawatiran mengenai tumbuh kembang buah hati, Prof. Aman menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan detail oleh tenaga medis profesional akan membantu mendeteksi masalah yang mungkin ada, seperti kelainan tulang, dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi anak. Dokter akan menyesuaikan pemberian obat atau vitamin yang dibutuhkan, bukan sekadar memberikan suplemen secara acak. Pendekatan personal dan terukur adalah kunci untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar