Mojokerto Gemparkan Dunia Kerja Skill Auto Cuan

Mojokerto Gemparkan Dunia Kerja Skill Auto Cuan

madurapost.co.id – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak angkatan kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga berdaya saing tinggi di kancah nasional. Melalui program pelatihan berbasis kompetensi, kota ini berupaya keras membekali masyarakat dengan keahlian relevan yang dibutuhkan pasar kerja modern, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi. Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi apik dengan Balai Latihan Kerja Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan warga. Saat memantau langsung pelaksanaan pelatihan, Ning Ita menjelaskan bahwa pada gelombang kedua tahun 2026 ini, sebanyak 80 peserta antusias mengikuti lima bidang kompetensi unggulan. Mulai dari pemasaran digital yang krusial di era kini, teknisi AC residensial, seni pembuatan batik tulis yang melestarikan budaya, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, hingga pengelola administrasi perkantoran yang selalu dibutuhkan.

Mojokerto Gemparkan Dunia Kerja Skill Auto Cuan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sebelumnya, pada gelombang pertama yang sukses digelar Juli 2026, sebanyak 96 individu telah merasakan manfaat serupa. Mereka dibekali enam keahlian vital, termasuk tata boga, pembuatan roti dan kue, desain grafis muda, dukungan teknis komputer, tata rias kecantikan, serta servis sepeda motor injeksi. Keberagaman pilihan ini menunjukkan adaptasi pemerintah terhadap berbagai sektor industri dan kebutuhan masyarakat.

COLLABMEDIANET

Ning Ita menekankan bahwa pelatihan berbasis kompetensi ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pondasi kuat bagi masyarakat untuk memiliki keterampilan aplikatif. "Yang terpenting adalah bagaimana keahlian yang didapat benar-benar menjadi bekal untuk segera bekerja, membuka usaha mandiri, atau meningkatkan kapasitas diri agar lebih unggul," ujarnya penuh harap.

Program ambisius ini didukung penuh oleh alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT, sebuah sumber pembiayaan yang telah dimanfaatkan secara efektif sejak tahun 2024. Data menunjukkan dampak positif yang signifikan. Pada tahun 2024, dari 257 peserta, 92 orang berhasil terserap di dunia kerja dan 107 lainnya sukses merintis usaha sendiri. Angka ini melonjak pada tahun 2025, di mana dari 400 peserta, 153 orang langsung bekerja dan 102 orang memilih jalur wirausaha.

Dengan rekam jejak keberhasilan yang gemilang, Ning Ita berharap seluruh peserta gelombang kedua tahun 2026 dapat mengikuti setiap sesi dengan kesungguhan hati. Ia meyakini bahwa keterampilan yang mereka peroleh akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. "Harapan kami, setelah pelatihan ini selesai, ada langkah konkret berikutnya. Entah itu diserap industri, atau mengembangkan usaha sendiri, sehingga keahlian yang diperoleh benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar