madurapost.co.id – Sebuah gebrakan revolusioner di sektor kesehatan Bangkalan siap mengubah paradigma pelayanan publik. Wakil Bupati Fauzan Ja’far secara tegas memerintahkan seluruh fasilitas kesehatan primer, khususnya puskesmas, untuk tidak lagi menunggu pasien datang. Sebaliknya, mereka kini diwajibkan mengadopsi strategi "jemput bola" melalui program pemeriksaan kesehatan gratis secara proaktif langsung ke desa-desa. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai kunci utama untuk mengoptimalkan jangkauan dan efektivitas program kesehatan di seluruh pelosok Bangkalan.
Pernyataan penting ini disampaikan Wabup Fauzan Ja’far dalam sebuah acara monitoring dan evaluasi mutu serta pendampingan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Blega. Menurutnya, inovasi layanan kesehatan keliling ini bukan sekadar program biasa, melainkan pilar krusial dalam mewujudkan poin keempat Panca Dharma Satya Kabupaten Bangkalan, yaitu "Bangkalan Melayani". Konsep ini menuntut seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas memberikan layanan kepada masyarakat, termasuk para tenaga medis, untuk menjalankan tugasnya dengan dedikasi maksimal.

Lebih lanjut, Wabup Fauzan Ja’far menekankan bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya harus berkualitas secara medis, tetapi juga harus menciptakan pengalaman yang positif dan manusiawi bagi setiap warga. Interaksi yang berempati dan mudah diakses menjadi tolok ukur keberhasilan program ini. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga merasa dihargai dan dilayani sepenuh hati.

Related Post
Dalam kesempatan tersebut, Puskesmas Blega turut menjadi sorotan. Sebagai puskesmas terbesar di antara 22 fasilitas serupa di Bangkalan, Puskesmas Blega memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan bagi masyarakat dari kecamatan-kecamatan tetangga. Kondisi ini menuntut standar pelayanan yang lebih tinggi dan inovasi yang berkelanjutan.
Wabup juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh desa hingga organisasi kemasyarakatan, dilibatkan aktif dalam menyosialisasikan program-program kesehatan. Komunikasi yang efektif dan kerja sama yang solid diyakini mampu menjadi solusi ampuh ketika menghadapi kendala di lapangan. Tak hanya itu, keterlibatan institusi dengan jaringan kuat hingga tingkat desa seperti TNI dan Polri juga sangat diharapkan untuk memastikan program CKG dapat berjalan optimal dan sesuai harapan, demi mewujudkan Bangkalan yang lebih sehat dan sejahtera.










































Tinggalkan komentar