madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan Jawa Timur mengambil langkah serius memperpanjang masa darurat bencana kekeringan yang semula dijadwalkan berakhir akhir September ini kini diperpanjang hingga penghujung November 2026 Keputusan ini diambil menyusul laporan terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG yang mengindikasikan musim kemarau akan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal khususnya di wilayah Madura
Arif Rahman Surya Atmaja Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Bangkalan menjelaskan perpanjangan status darurat ini adalah respons cepat terhadap peringatan BMKG yang memprediksi puncak kemarau masih akan berlanjut hingga November 2026 Kondisi ini tentu berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi ribuan warga di sejumlah desa yang sebelumnya sudah mengalami kesulitan parah

BPBD Bangkalan tidak tinggal diam setelah perpanjangan status darurat ini mereka segera mempersiapkan bantuan lanjutan untuk disalurkan ke desa desa terdampak Sebelumnya bantuan air bersih sebanyak 300 ribu liter telah didistribusikan namun jumlah tersebut kini telah habis tersalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan Oleh karena itu BPBD telah mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan pasokan air bersih tidak terputus

Related Post
Situasi kekeringan di Bangkalan semakin mengkhawatirkan dengan bertambahnya jumlah desa yang terdampak data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dari 34 desa menjadi 44 desa ada penambahan 10 desa baru yang kini juga merasakan dampak kekeringan dan kekurangan air bersih yang parah Perluasan area terdampak ini menuntut upaya penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan
Keempat puluh empat desa yang kini berjuang menghadapi krisis air bersih tersebar di sepuluh kecamatan berbeda meliputi Blega Arosbaya Sepulu Kokop Tanah Merah Konang Galis Geger Kwanyar dan Klampis Warga di wilayah wilayah ini sangat bergantung pada pasokan air dari pemerintah untuk kebutuhan sehari hari seperti minum memasak dan sanitasi Kondisi ini menggambarkan betapa gentingnya situasi yang dihadapi masyarakat Bangkalan saat ini dan pentingnya koordinasi semua pihak untuk segera mengatasi masalah krusial ini










































Tinggalkan komentar