Madurapost.co.id – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kian meresahkan warga. Menanggapi situasi darurat akibat musim kemarau yang berkepanjangan serta terhentinya layanan distribusi air dari PDAM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo bergerak cepat melakukan langkah darurat.
Pada Minggu, BPBD Probolinggo resmi menyalurkan bantuan sebanyak 24.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung oleh kekeringan. Langkah ini diambil sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga yang kini kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi lapangan yang kian kritis. Menurutnya, kombinasi antara cuaca ekstrem dan gangguan teknis pada layanan PDAM membuat warga berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan bantuan tambahan.

Related Post
"Krisis air bersih akibat kemarau dan terhentinya layanan PDAM selama beberapa hari membuat warga membutuhkan pasokan air bersih, sehingga hari ini kami mendistribusikan 24.000 liter bantuan air bersih ke tiga dusun," ujar Oemar Sjarief saat memberikan keterangan di lokasi, Minggu.
Dalam operasi distribusi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Probolinggo mengerahkan dua unit truk tangki besar. Masing-masing armada memiliki kapasitas 6.000 liter, yang kemudian dikelola untuk menjangkau titik-titik pemukiman yang paling membutuhkan.
Lokasi pertama yang menjadi sasaran distribusi adalah Dusun Koncean, Desa Jurangjero, Kecamatan Gading. Di wilayah ini, petugas menyalurkan 12.000 liter air bersih untuk melayani kebutuhan 78 kepala keluarga atau sekitar 235 jiwa. Mengingat jumlah warga yang cukup banyak, bantuan ini menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan hidup mereka di tengah kekeringan.
Selanjutnya, bantuan dialirkan ke Kecamatan Tegalsiwalan. Sebanyak 6.000 liter air bersih dikirimkan ke Dusun Tanggulasih, Desa Malasan Wetan, untuk membantu 27 kepala keluarga atau sekitar 81 jiwa. Tak berhenti di situ, tim juga menyambangi Dusun Paoan, Desa Tegalsono, di Kecamatan Tegalsiwalan. Di lokasi ini, 6.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 112 kepala keluarga atau sebanyak 336 jiwa.
Oemar menekankan bahwa penyaluran air bersih ini adalah langkah taktis untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan akses. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi solusi sementara hingga sumber air alami kembali melimpah atau layanan PDAM kembali beroperasi secara normal.
"Penyaluran dilakukan berdasarkan titik yang membutuhkan pasokan air bersih. Bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama sumber air bersih maupun layanan PDAM belum kembali normal," tambahnya.
Lebih lanjut, Oemar menjelaskan bahwa koordinasi antara petugas TRC PB dengan masyarakat di lapangan sangat penting agar distribusi tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun menghadapi tantangan iklim yang sulit.
Melalui aksi nyata ini, BPBD Probolinggo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti kekeringan yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan warga.
Sumber: madurapost.co.id










































Tinggalkan komentar