Strategi Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia

Strategi Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia

Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia tengah memacu langkah besar untuk mengubah wajah industri nasional dari sekadar konsumen menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa penguatan ekosistem industri halal tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, inovasi yang berkelanjutan, serta kemampuan membangun merek atau branding yang kuat agar mampu bersaing di kancah internasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat strategis untuk memenangkan persaingan ini. Indonesia dianugerahi dua kekuatan utama, yakni pasar domestik yang sangat luas serta basis industri yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kombinasi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia untuk tidak hanya menjadi penikmat produk halal, tetapi bertransformasi menjadi produsen unggulan dunia.

Strategi Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya di Jakarta.

COLLABMEDIANET

Data menunjukkan tren positif pada sektor ini. Nilai ekspor produk industri halal Indonesia diproyeksikan mencapai angka fantastis sebesar 70,73 miliar dolar AS pada tahun 2025, melonjak signifikan dibandingkan angka 65,2 miliar dolar AS pada tahun 2024. Pertumbuhan ini juga terlihat pada semester I tahun 2026, di mana nilai ekspor produk halal menyentuh 35,72 miliar dolar AS, atau mengalami kenaikan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menariknya, cakupan industri halal saat ini sudah mengalami diversifikasi yang luas. Jika sebelumnya identik dengan sektor makanan dan minuman, kini industri halal telah merambah ke sektor kosmetik, farmasi, fesyen, hingga berbagai jasa pendukung lainnya. Perluasan sektor ini memberikan peluang emas bagi para pelaku usaha lokal untuk menciptakan produk bernilai tambah tinggi yang memiliki daya saing global.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenperin melalui Pusat Industri Halal yang dibentuk sejak 2021 telah memberikan fasilitasi kepada lebih dari 12.000 pelaku usaha. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan fasilitasi sertifikasi halal akan menjangkau hampir 2.230 pelaku usaha baru. Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat kebijakan Wajib Halal akan mulai diberlakukan secara penuh pada 18 Oktober 2026.

Pemerintah juga mengimbau para pelaku industri, terutama generasi muda yang baru merintis usaha, untuk menjadikan aspek halal sebagai fondasi utama sejak awal pengembangan produk. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar syariah, tetapi juga memiliki kualitas premium yang mampu menjawab kebutuhan konsumen global.

Strategi membangun merek yang relevan juga menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara Industrial Festival x Halal Indo 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang. Melalui diskusi bertajuk "From Halal to Global", para pelaku usaha didorong untuk memahami cara membangun identitas merek yang kuat agar mampu bertahan dan terus berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar dunia. Melansir laporan dari madurapost.co.id, penguatan ekosistem ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar