Madurapost.co.id – Kabar gembira bagi para pengendara yang melintasi jalur Probolinggo hingga Banyuwangi. Ruas Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tol Prosiwangi, kini resmi mulai beroperasi. Menariknya, masyarakat dapat menikmati perjalanan melalui segmen Gending hingga Simpang Susun (SS) Paiton secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya selama 14 hari ke depan.
Pengoperasian ruas jalan tol sepanjang 23,515 kilometer ini resmi dimulai sejak Rabu pagi. Setelah melalui serangkaian tahapan ketat, termasuk Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, gerbang tol mulai dibuka untuk umum pada pukul 10.00 WIB.

Direktur Utama PT Jasamarga Group, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa kebijakan tarif gratis ini sengaja diterapkan sebagai bagian dari masa sosialisasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat jalur baru tersebut, mulai dari akses jalan, fasilitas pendukung, hingga sistem transaksi yang berlaku.

Related Post
"Masa sosialisasi selama 14 hari ini kami harap bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencoba langsung pengalaman berkendara di ruas Tol Prosiwangi, terutama untuk akses Gending, SS Kraksaan, dan SS Paiton," ujar Rivan saat memberikan keterangan di Probolinggo, Rabu.
Secara teknis, ruas tol yang baru dibuka ini terbagi menjadi dua bagian utama, yakni Seksi 1 yang menghubungkan Gending dengan SS Kraksaan, serta Seksi 2 yang menghubungkan SS Kraksaan menuju SS Paiton. Dalam operasionalnya, terdapat dua gerbang tol utama yang akan melayani kendaraan, yaitu Gerbang Tol Kraksaan dan Gerbang Tol Paiton.
Meski tidak dikenakan tarif atau gratis, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh para pengendara. Pengguna jalan tetap diwajibkan untuk melakukan proses tapping atau menempelkan kartu uang elektronik mereka di gerbang tol. Prosedur ini tetap dijalankan untuk memastikan kelancaran pendataan arus lalu lintas dan pembiasaan sistem transaksi digital.
Terkait kapan tarif normal akan diberlakukan, pihak manajemen menyatakan masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum. Rivan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan dari awal hingga tahap operasional ini.
Proyek Tol Prosiwangi sendiri merupakan proyek strategis yang terus dikembangkan. Saat ini, pembangunan juga tengah dikebut menuju arah Besuki. Untuk Seksi 3, progres konstruksi dilaporkan telah mencapai 100 persen dan kini sedang dalam tahap uji laik fungsi. Jasa Marga menargetkan izin operasional untuk segmen Besuki bisa terbit pada akhir tahun 2026, atau bahkan bisa lebih cepat dari jadwal tersebut.
Jika nantinya seluruh segmen hingga Besuki telah tersambung, total panjang jalan tol yang dapat dinikmati masyarakat akan mencapai 49,5 kilometer. Saat ini, pihak pengelola juga tengah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area istirahat (rest area) yang akan disediakan secara fungsional.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyambut antusias pembukaan tol ini. Menurutnya, kehadiran tol ini merupakan momentum besar yang sudah lama dinantikan oleh warga setempat untuk memperlancar mobilitas dan ekonomi daerah. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI dan Kementerian PU atas terealisasinya infrastruktur vital ini.










































Tinggalkan komentar