Madurapost.co.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi jajaran pemerintah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, memberikan pesan kuat bahwa ideologi negara tidak boleh berhenti hanya sebagai rangkaian kata yang dihafalkan dalam ingatan, melainkan harus menjelma menjadi tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Dalam upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo pada Kamis lalu, Haris menekankan bahwa esensi dari Pancasila terletak pada pengamalannya. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya merupakan amanah besar yang harus dijunjung tinggi oleh setiap aparatur negara maupun warga negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.

"Pancasila itu sekali lagi bukan hanya kata-kata, tetapi sebuah amanah yang harus kita laksanakan di dalam kehidupan sehari-hari," tegas Haris di hadapan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo.

Related Post
Ia menjelaskan bahwa kekuatan Pancasila tidak terletak pada seberapa fasih seseorang melafalkannya, melainkan pada seberapa mampu nilai tersebut menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa. Baik dalam menjalankan roda pemerintahan, mengemban amanah jabatan, hingga dalam upaya menyelesaikan kesalahpahaman antarwarga, Pancasila harus menjadi kompas utama.
"Dalam bekerja, dalam beramanah, di dalam menyelesaikan kesalahpahaman, di dalam apapun, Pancasila itu akan sakti jika kita amalkan, bukan dihafalkan," tambahnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema ini sejalan dengan pandangan Bupati yang menginginkan agar nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya budaya musyawarah untuk mencapai mufakat serta mengedepankan toleransi berbasis nilai keagamaan dan kemanusiaan guna menjaga keutuhan bangsa.
Di sela-sela rangkaian upacara tersebut, momentum peringatan ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk melakukan penataan administrasi kepegawaian. Bupati Haris menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Mutasi kepada lima orang guru dari total 189 guru yang terdampak. Selain itu, ia juga menyerahkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 10 orang perwakilan dari total 2.725 pegawai.
Terkait komitmen kepemimpinannya, Haris menyatakan bahwa fokus utamanya dalam lima tahun ke depan adalah memastikan pembangunan di Kabupaten Probolinggo berjalan secara maksimal. Ia bertekad agar setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat langsung dan nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
"Prinsip dalam lima tahun ini, di dalam amanah kami, saya ingin memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Probolinggo," pungkasnya dengan optimisme tinggi. Melalui semangat Hari Kesaktian Pancasila, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi membangun daerah dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa.










































Tinggalkan komentar