Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program unggulan bertajuk Beasiswa Sampang Bermartabat atau yang akrab disapa "Sahabat".
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan kunci utama untuk melakukan transformasi sosial dan ekonomi di wilayahnya. Menurutnya, pendidikan adalah cara paling efektif untuk memajukan daerah secara berkelanjutan. Dengan mencetak generasi muda yang terdidik, struktur sosial-ekonomi masyarakat diharapkan dapat berubah ke arah yang lebih baik.

"Atas dasar pemikiran tersebut, Pemkab Sampang mengalokasikan sebagian anggaran APBD untuk membantu biaya kuliah warga Sampang yang kurang mampu di berbagai perguruan tinggi," ujar Slamet Junaidi dalam acara temu ramah bersama para mahasiswa penerima bantuan dan alumni di Pendopo Trunojoyo, Kamis.

Related Post
Program beasiswa ini bukanlah hal baru, melainkan sebuah gerakan yang telah konsisten dijalankan sejak tahun 2020. Berdasarkan data yang dihimpun hingga September 2026, program ini telah memberikan dampak nyata bagi ratusan warga. Tercatat sebanyak 347 orang telah merasakan manfaatnya, yang terdiri dari 149 mahasiswa aktif yang sedang menempuh studi dan 198 alumni yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Menariknya, program ini tidak hanya mengandalkan dana dari APBD semata. Menyadari keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Sampang melakukan terobosan dengan menjalin kemitraan strategis. Pemkab menggandeng berbagai yayasan pendidikan serta perusahaan-perusahaan besar untuk menyalurkan dana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Melalui kolaborasi ini, jangkauan bantuan beasiswa menjadi jauh lebih luas. Kita bisa membantu ratusan orang lebih banyak daripada jika hanya mengandalkan APBD saja," tambah Slamet.
Beberapa mitra besar yang turut menyokong keberhasilan program ini antara lain SKK Migas Jabanusa, Medco Energi, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Petronas, serta sejumlah perbankan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sampang.
Ketua Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat, Wahyudi Pramono, mengungkapkan bahwa program ini merupakan buah dari visi besar Bupati Slamet Junaidi. Ia menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari keinginan kuat sang Bupati untuk memajukan Sampang melalui jalur intelektualitas.
"Karena kemampuan APBD terbatas, kami berdiskusi dengan Pak Bupati untuk mencari solusi agar jangkauan penerima manfaat tidak terbatas. Akhirnya, kami sepakat memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan, dan lahirlah nama Beasiswa Sampang Bermartabat," jelas Wahyudi.
Melalui keberlanjutan program "Sahabat" ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi mereka tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan. Lebih jauh lagi, para lulusan ini diharapkan dapat kembali ke daerah untuk mengabdi dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Sampang di masa depan.










































Tinggalkan komentar