Madurapost.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat sektor kesehatan di wilayahnya. Melalui pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ar Rozy, Pemkot Probolinggo secara resmi membuka pintu lebar-lebar bagi para investor internasional, termasuk perusahaan besar asal Arab Saudi, Maedin Al-Bina Company, untuk menanamkan modalnya.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengungkapkan bahwa kunjungan delegasi dari Arab Saudi tersebut merupakan bentuk respons positif terhadap potensi besar yang dimiliki kota tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, terutama guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Aminuddin memaparkan secara mendalam mengenai peta jalan pengembangan RSUD Ar Rozy. Informasi yang diberikan mencakup potensi pengembangan layanan, kondisi infrastruktur saat ini, ketersediaan lahan, hingga proyeksi kapasitas pelayanan di masa depan. Hal ini dilakukan agar calon investor mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai prospek bisnis di sektor kesehatan tersebut.

Related Post
Secara geografis, RSUD Ar Rozy memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Kota Probolinggo merupakan titik transit utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Jawa Timur. Keberadaan Pelabuhan Probolinggo, akses jalan nasional, jalur kereta api, hingga kedekatannya dengan kawasan wisata populer Gunung Bromo, menjadi faktor pendukung utama yang dapat meningkatkan okupansi dan jangkauan layanan rumah sakit.
Target ambisius telah ditetapkan oleh Pemkot Probolinggo. RSUD Ar Rozy diproyeksikan tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga menjadi pusat rujukan kesehatan utama di kawasan Tapal Kuda dan sekitarnya. Untuk mewujudkan visi menjadi rumah sakit terbaik di Jawa Timur, dibutuhkan estimasi investasi mencapai Rp1,7 triliun.
Saat ini, RSUD Ar Rozy berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 3,7 hektare dengan kapasitas awal 106 tempat tidur. Namun, masih tersedia ruang pengembangan yang sangat luas untuk ekspansi. Fokus pengembangan diarahkan pada penguatan trauma center, layanan penyakit dalam, serta pengadaan peralatan medis berbasis teknologi tinggi.
Delegasi investor asal Arab Saudi, Meriky dan Amtiaz Ibrahim, menyatakan ketertarikan yang kuat terhadap proyek ini. Menurut Ibrahim, keunggulan utama RSUD Ar Rozy terletak pada statusnya yang sudah berdiri, memiliki lahan yang luas, bangunan yang tersedia, serta kelengkapan perizinan yang sudah aman. Hal ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan proyek baru yang masih harus memulai dari nol.
Ibrahim menambahkan bahwa kerja sama yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik atau infrastruktur saja, melainkan juga mencakup pengadaan alat kesehatan hingga manajemen operasional rumah sakit.
Menanggapi hal ini, Ketua Tim Kerja Pengembangan Promosi pada DPMPTSP Jawa Timur, Iswahyudi Oky Saputro, menyebutkan bahwa RSUD Ar Rozy memang menjadi salah satu aset yang sangat menarik bagi investor karena infrastrukturnya sudah siap. Tahapan selanjutnya akan berfokus pada pembahasan aspek bisnis, studi kelayakan (feasibility study), desain teknis (detail engineering design), serta penentuan skema kerja sama yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak.










































Tinggalkan komentar