Lawan Depresi Lewat Buku Karya Mahasiswa Surabaya

Lawan Depresi Lewat Buku Karya Mahasiswa Surabaya

Madurapost.co.id – Dunia literasi Indonesia kembali diperkaya oleh karya inspiratif dari generasi muda. Kali ini, sorotan tertuju pada Angeline Virginia Wong, seorang mahasiswi Universitas Ciputra (UC) Surabaya yang berhasil meluncurkan buku terbarunya berjudul I’m Not a Trophy Kid. Peluncuran versi bahasa Inggris dari buku ini dilakukan bertepatan dengan momentum penting, yakni Hari Kesehatan Mental Sedunia, di Surabaya.

Buku ini bukanlah sekadar deretan kata-kata motivasi biasa. Bagi Angeline, atau yang akrab disapa Angel, karya ini merupakan sebuah manifestasi dari perjuangan batin yang sangat personal. Ia mengungkapkan bahwa buku ini tidak lahir dari euforia kemenangan atau pencapaian gemilang, melainkan lahir dari titik terendah dalam hidupnya, yaitu rasa lelah yang mendalam dan rentetan kegagalan.

Lawan Depresi Lewat Buku Karya Mahasiswa Surabaya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Angel menceritakan bahwa banyak orang yang terlihat memiliki kehidupan sempurna dari luar, namun sebenarnya sedang berjuang keras di dalam untuk mempertahankan kewarasan mereka. Melalui buku ini, ia ingin menyuarakan perasaan mereka yang selama ini tersembunyi di balik topeng kesuksesan. Sebelumnya, buku bertema kesehatan mental dan penerimaan diri ini telah sukses diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia. Keputusan untuk merilis versi bahasa Inggris diambil setelah adanya permintaan yang masif dari para pembaca yang menginginkan akses lebih luas.

COLLABMEDIANET

Inti dari pesan yang ingin disampaikan Angel adalah tentang definisi harga diri. Ia mengajak pembaca untuk menyadari bahwa nilai seorang manusia tidak boleh hanya diukur dari deretan prestasi, pencapaian akademis, atau seberapa mampu seseorang memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitarnya. Buku ini berangkat dari pengalaman pahit Angel saat berhadapan dengan tekanan emosional yang hebat hingga jatuh ke dalam jurang depresi.

Ia menyoroti fenomena anak-anak yang tumbuh di bawah bayang-bayang ekspektasi tinggi. Mereka seringkali merasa terbebani untuk terus berprestasi demi mendapatkan pengakuan sosial, yang pada akhirnya menumbuhkan ketakutan luar biasa terhadap kegagalan saat mereka beranjak dewasa. "Buku ini saya tulis untuk mereka yang terlalu sibuk berusaha membuat orang lain bangga, hingga lupa satu hal yang sangat krusial, yaitu membuat ‘si kecil’ di dalam diri mereka sendiri tersenyum," ungkap alumnus Sekolah Ciputra tersebut dengan penuh haru.

Secara teknis, buku ini dirancang sebagai panduan refleksi diri. Terdiri dari 30 bab, pembaca dapat menikmatinya dalam durasi 30 hari atau menyesuaikan dengan ritme kebutuhan emosional masing-masing. Setiap bab berfungsi sebagai ruang aman bagi pembaca untuk merenungkan perasaan mereka dan menjalani proses penerimaan diri secara perlahan.

Dalam kesehariannya, Angel juga membagikan tips menjaga stabilitas emosi, salah satunya dengan meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk menenangkan diri dan menuliskan segala emosi yang dirasakan, baik itu rasa sedih, marah, maupun bahagia. Ia menekankan pentingnya kejujuran pada diri sendiri; tidak perlu berpura-pura bahagia jika memang sedang terluka, namun juga tidak boleh membiarkan diri tenggelam terlalu lama dalam kesedihan.

Demi menjaga kualitas dan keamanan konten, Angel tidak main-main dalam menyusun buku ini. Ia telah berkonsultasi langsung dengan para ahli seperti psikolog, psikiater, dan terapis. Pengalaman pribadinya menjalani pengobatan medis juga menjadi landasan kuat agar buku ini dapat menjadi teman yang aman bagi masyarakat yang sedang berjuang dengan kesehatan mental mereka. Melalui karya ini, Angel berharap setiap orang bisa belajar untuk menerima diri apa adanya tanpa merasa perlu terus-menerus membuktikan kemampuan kepada dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar