Stok Pupuk Melimpah Demi Ketahanan Pangan

Stok Pupuk Melimpah Demi Ketahanan Pangan

Madurapost.co.id – Menjelang datangnya musim tanam yang dijadwalkan berlangsung pada periode Oktober hingga Maret mendatang, PT Petrokimia Gresik (Persero) bergerak cepat memastikan ketersediaan pasokan pupuk bersubsidi bagi para petani di seluruh Indonesia. Perusahaan produsen pupuk ini telah menyiapkan cadangan stok yang sangat besar guna mengantisipasi lonjakan permintaan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sebanyak 443.436 ton pupuk bersubsidi. Jumlah ini diklaim telah melampaui batas safety stock atau stok aman yang ditetapkan oleh pemerintah. Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas produktivitas sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Stok Pupuk Melimpah Demi Ketahanan Pangan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Jika dirinci, total stok raksasa tersebut mencakup berbagai jenis pupuk. Tercatat ada 95.645 ton pupuk Urea, 261.858 ton NPK Phonska, 70.054 ton pupuk organik Petroganik, 4.116 ton ZA, serta 11.763 ton pupuk SP-36. Daconi menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan kontribusi nyata Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup dalam melayani kebutuhan petani di lapangan.

COLLABMEDIANET

Fokus distribusi juga menyasar wilayah-wilayah strategis, salah satunya adalah kawasan Madiun Raya. Wilayah yang mencakup Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, hingga Ngawi ini telah disiapkan stok khusus sebanyak 31.267 ton per awal Oktober. Stok untuk wilayah ini terdiri dari Urea sebanyak 16.433 ton, NPK Phonska 10.886 ton, NPK Kakao 19 ton, Petroganik 3.764 ton, dan ZA sebanyak 166 ton.

Selain persoalan kuantitas, Petrokimia Gresik juga memberikan perhatian serius pada kualitas lahan pertanian. Berdasarkan hasil pengujian terhadap lebih dari 40 ribu sampel tanah di 27 provinsi sejak tahun 2016, ditemukan fakta mengkhawatirkan bahwa 91,9 persen sampel tanah memiliki kandungan karbon organik yang rendah. Kondisi ini dapat mengancam struktur tanah dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Menanggapi hal tersebut, perusahaan gencar mengampanyekan pola pemupukan berimbang. Salah satu rekomendasi yang ditawarkan adalah pola 5:3:2 untuk lahan padi seluas satu hektare, yang mengombinasikan 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg Urea. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan.

Untuk menjamin kelancaran distribusi dan produksi, Petrokimia Gresik juga telah mengintegrasikan teknologi digital dalam operasionalnya. Penggunaan sistem seperti Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), hingga Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport) menjadi kunci dalam mengelola bahan baku, proses produksi, hingga logistik kepelabuhanan agar tetap efisien dan tepat waktu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar