Strategi Baru Sumenep Angkat Ekonomi Warga

Strategi Baru Sumenep Angkat Ekonomi Warga

Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus melakukan terobosan inovatif dalam upaya menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengoptimalkan program zakat produktif melalui kolaborasi erat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil agar dana zakat yang terkumpul tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi para penerimanya. Menurutnya, integrasi antara kewajiban agama dan pemberdayaan ekonomi adalah kunci untuk menciptakan kemandirian finansial di masyarakat.

Strategi Baru Sumenep Angkat Ekonomi Warga
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Harapan kami, melalui program ini, manfaat dari zakat yang diberikan oleh para wajib zakat dapat mendorong peningkatan ekonomi bagi para penerima zakat (mustahik)," ujar Bupati Fauzi usai melakukan pertemuan dengan pengurus Baznas Sumenep pada Rabu lalu.

COLLABMEDIANET

Dalam menjalankan misi ini, Pemkab Sumenep tidak bekerja sendirian. Selain menggandeng Baznas, pemerintah daerah juga menjalin sinergi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep untuk mendirikan "Kampung Zakat". Program ini telah menjadi model percontohan yang sukses dalam pengelolaan zakat yang tepat guna dan memiliki nilai manfaat tinggi.

Salah satu titik fokus pengembangan adalah Desa Pandian di Kecamatan Kota Sumenep. Di desa ini, warga mengumpulkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta, melalui amil zakat untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, bantuan yang diberikan tidak melulu berupa santunan konsumtif, melainkan lebih banyak berupa modal usaha untuk menggerakkan roda ekonomi warga miskin dan anak yatim.

Efektivitas program ini terbukti nyata di lapangan. Berdasarkan data tahun 2024, dari lima orang penerima bantuan zakat produktif, dua di antaranya telah berhasil mengembangkan usahanya hingga mampu bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzakki). Keberhasilan ini memicu ambisi pemerintah untuk mereplikasi konsep Kampung Zakat ke desa-desa lain di seluruh wilayah Sumenep.

"Kami ingin manfaat zakat dalam membantu perekonomian warga benar-benar bisa dirasakan secara merata di seluruh pelosok Sumenep," tambah Bupati.

Keberhasilan program ini juga diperkuat oleh temuan akademis. Sebuah penelitian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menunjukkan bahwa penerapan zakat produktif di Sumenep memberikan dampak positif signifikan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kesejahteraan mustahik.

Penelitian tersebut mencatat bahwa mayoritas penerima manfaat mengalami kenaikan pendapatan dan pertumbuhan usaha yang stabil. Bahkan, beberapa di antaranya telah mencapai kemandirian finansial. Keberhasilan ini didorong oleh peran aktif amil zakat yang melakukan survei lapangan secara langsung serta memberikan edukasi mengenai nilai-nilai agama, sehingga memotivasi warga untuk sukses dan nantinya kembali menjadi pemberi zakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar