Madurapost.co.id – Drama panas menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan Persijap Jepara dalam lanjutan pekan kedelapan BRI Super League musim 2026/2027. Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 ini menyisakan rasa kecewa mendalam bagi tim tuan rumah, terutama akibat keputusan wasit yang dianggap sangat merugikan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya usai laga usai. Pelatih asal Portugal tersebut secara terang-terangan melontarkan protes keras terhadap gol yang dicetak oleh tim tamu. Menurutnya, gol tersebut lahir dari sebuah insiden pelanggaran yang seharusnya bisa dideteksi oleh teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Tavares menyoroti momen ketika pemain nomor punggung 12 milik Persijap melakukan kontak fisik dengan pemain Persebaya, Miguel. Ia menilai, meskipun bola tidak tersentuh, kaki pemain Persijap telah menghantam kaki Miguel hingga membuatnya terjatuh. "Menurut hemat saya, itu adalah pelanggaran jelas. VAR seharusnya bekerja dan menganulir gol tersebut," tegas Tavares dalam sesi konferensi pers yang berlangsung Jumat malam.

Related Post
Ia menambahkan bahwa para pemain Persebaya sempat kehilangan fokus karena mengira wasit akan meniup peluit tanda pelanggaran. Namun, alih-alih menghentikan laga, wasit justru membiarkan permainan berlanjut hingga akhirnya gol Persijap disahkan. Tavares pun mempertanyakan efektivitas penggunaan VAR dalam pertandingan krusial seperti ini, mengingat tayangan ulang seharusnya mampu memperlihatkan kontak ilegal tersebut dengan jelas.
Meski diselimuti kontroversi, Tavares mengakui bahwa Persebaya belum tampil dengan performa maksimal, terutama pada paruh pertama pertandingan. Ia menilai timnya terlalu banyak memberikan ruang bagi Persijap untuk melancarkan serangan balik yang berbahaya. Walaupun Persebaya mendominasi penguasaan bola dan terus mencoba membongkar pertahanan lawan dari sisi sayap, penyelesaian akhir menjadi kendala utama yang membuat mereka gagal unggul lebih awal.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Persebaya memang meningkat drastis. Namun, nasib buruk justru menimpa mereka saat Persijap berhasil mencetak gol di awal babak kedua. Menanggapi situasi tersebut, Tavares mengambil langkah berisiko dengan menambah jumlah pemain di lini depan demi mengejar ketertinggalan. Strategi ini membuat Persebaya mendominasi statistik dengan mencatatkan 14 tendangan sudut, namun efektivitas di depan gawang tetap menjadi masalah.
Senada dengan sang pelatih, kapten Persebaya Francisco Rivera mengungkapkan kekecewaan seluruh skuad karena gagal meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Rivera menyoroti dua momentum krusial yang mengubah jalannya laga, yakni insiden kartu merah yang seharusnya diberikan kepada pemain lawan dan proses terjadinya gol Persijap. "Kami sangat kecewa kehilangan dua poin di rumah sendiri," pungkasnya.
Melalui laporan madurapost.co.id, Tavares menutup pernyataannya dengan menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setia Persebaya dan berjanji akan terus bekerja keras untuk memperbaiki performa tim di laga mendatang.










































Tinggalkan komentar