Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Sampang

Madurapost.co.id – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Sampang mengambil langkah proaktif dengan mengerahkan ratusan personel. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan memuncak pada periode musim hujan 2026 hingga awal 2027 mendatang.

Wakapolres Sampang, Kompol Hery Kusnanto, menegaskan bahwa penguatan personel ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dini untuk meminimalisir dampak buruk bencana alam di wilayah Kabupaten Sampang. Menurutnya, kewaspadaan harus ditingkatkan sejak dini mengingat pola cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Sampang
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Langkah ini adalah upaya nyata kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Prediksinya, fenomena ini akan melanda sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk wilayah Kabupaten Sampang, pada akhir 2026 hingga memasuki awal 2027," ujar Kompol Hery Kusnanto saat memberikan keterangan di Sampang, Jumat.

COLLABMEDIANET

Dalam teknis pelaksanaannya, Polres Sampang telah menyiagakan sedikitnya 230 personel yang dibagi ke dalam beberapa fungsi strategis. Sebanyak 180 personel merupakan anggota Bhabinkamtibmas yang tersebar di tingkat desa dan kelurahan. Mereka menjadi ujung tombak karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sementara itu, 50 personel lainnya merupakan tim gabungan yang terdiri dari anggota Polsek jajaran dan personel Polres Sampang.

Tugas utama para personel ini bukan sekadar berjaga, melainkan melakukan deteksi dini terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan. Jika ditemukan tanda-tanda potensi bencana, mereka diinstruksikan untuk segera memberikan laporan cepat kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara instan. Selain itu, para petugas juga mengemban misi edukasi melalui sosialisasi langsung kepada warga mengenai cara menghadapi situasi darurat.

Kompol Hery menambahkan bahwa instruksi peningkatan kewaspadaan ini juga datang langsung dari Polda Jawa Timur. Hal ini didasari oleh data memprihatinkan sepanjang tahun 2025, di mana tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam melanda berbagai wilayah di Jawa Timur. Dampak dari bencana tersebut tidak main-main, dengan catatan 28 orang meninggal dunia, 55 orang luka-luka, serta kerugian materiil yang menembus angka Rp7 miliar lebih.

"Target utama kami tahun ini adalah zero victim atau nol korban jiwa. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi," tegasnya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Moh Hozin, memaparkan bahwa jenis bencana yang paling rawan di wilayah ini meliputi banjir, tanah longsor, serta angin kencang dan puting beliung. Menariknya, saat ini di musim kemarau, Sampang justru tengah menghadapi tantangan kekeringan yang melanda 78 desa dari total 180 desa yang ada.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan tidak panik. Jika terjadi situasi darurat, warga dapat segera menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang guna memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan bencana.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar