Madurapost.co.id – Dunia otomotif Indonesia tengah bersiap menghadapi transformasi besar menuju era energi bersih. Langkah nyata untuk mewujudkan kemandirian teknologi kendaraan listrik mulai digerakkan melalui kolaborasi strategis antara sektor industri dan akademisi. Salah satu momentum penting yang menjadi sorotan adalah penyelenggaraan ajang bergengsi PLN Innovative & Competition Electricity (PLN ICE) yang kembali digelar di Surabaya.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026 ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Program yang diinisiasi oleh PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini, bertujuan untuk menjaring talenta muda terbaik di bidang teknologi kendaraan listrik. Sebanyak 19 perguruan tinggi ternama di Indonesia turut ambil bagian, dengan melibatkan lebih dari 200 mahasiswa berbakat.

Dalam ajang ini, para mahasiswa dibagi ke dalam 41 tim yang berkompetisi dalam berbagai kategori menarik. Mulai dari lomba rancang bangun kendaraan listrik, balapan drag kendaraan listrik (EV), kategori Gokart EV, hingga Micro Rally EV. Tidak hanya fokus pada aspek teknis mesin, kompetisi ini juga merangkul sisi kewirausahaan melalui lomba start up. Sebanyak enam tim bersiap memaparkan ide bisnis inovatif yang berfokus pada pengembangan ekosistem energi bersih di masa depan.

Related Post
General Manager PT PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun kompetensi dan kemandirian teknologi nasional. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mendalam bahwa masa depan transportasi dunia akan beralih ke energi listrik yang ramah lingkungan. Dengan keterlibatan sejak bangku kuliah, diharapkan mereka memiliki pengetahuan dan keahlian yang mumpuni saat memasuki dunia kerja nantinya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, menyatakan optimisme terhadap pelaksanaan tahun ini. Ia menyebutkan bahwa evaluasi dari penyelenggaraan tahun lalu telah diterapkan, termasuk memberikan waktu persiapan yang lebih panjang bagi para mahasiswa agar hasil karya yang diciptakan bisa lebih maksimal dan inovatif.
Menariknya, pengamat otomotif ternama, Fitra Eri, memberikan pandangan kritis terkait fenomena ini. Ia melihat adanya tren positif di mana masyarakat mulai melirik kendaraan listrik berkat berbagai insentif yang diberikan pemerintah. Namun, Fitra memberikan catatan penting: Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau konsumen bagi produk luar negeri.
Saat ini, pasar kendaraan listrik global didominasi oleh raksasa otomotif dari China dan Korea Selatan. Oleh karena itu, Fitra sangat mengapresiasi langkah PLN yang menggandeng kalangan kampus. Menurutnya, PLN ICE adalah momentum emas untuk memulai proyek mobil listrik nasional. Tantangan ke depan bukan hanya soal menciptakan inovasi yang canggih, tetapi juga bagaimana menciptakan produk yang kompetitif secara harga (cost effective) agar mampu bersaing di pasar global. Melalui tangan-tangan kreatif mahasiswa inilah, impian Indonesia memiliki kendaraan listrik buatan anak bangsa diharapkan dapat segera terwujud.



































Tinggalkan komentar