Wayang Bukan Sekadar Hiburan Tapi Guru Kehidupan

Madurapost.co.id – Kekayaan budaya Nusantara tidak hanya terletak pada keindahan visualnya, tetapi juga pada kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu warisan luhur yang menjadi identitas bangsa adalah wayang. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, wayang dinilai memiliki peran krusial dalam membentuk kepribadian bangsa melalui nilai-nilai moral yang disampaikan dalam setiap lakonnya.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa wayang merupakan instrumen penting dalam pendidikan karakter bagi masyarakat. Menurutnya, setiap cerita yang dibawakan dalam panggung wayang selalu menyisipkan tuntunan hidup, nilai budi pekerti, serta pesan moral yang mendalam. Hal ini menjadikan wayang bukan hanya sebagai tontonan yang menghibur, melainkan juga sebagai tuntunan bagi penontonnya.

Wayang Bukan Sekadar Hiburan Tapi Guru Kehidupan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam keterangannya di Jakarta, Fadli Zon menyoroti peran sentral seorang dalang. Ia menyebut dalang bukan sekadar penggerak boneka atau narator, melainkan sosok teladan yang menjadi pusat perhatian. Melalui narasi yang dibangun, dalang menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang dapat dijadikan pegangan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

COLLABMEDIANET

"Di dalam lakon wayang, ada cerita-cerita yang selain menghibur, juga cerita yang menjadi pegangan bagi kita semua," ujar Fadli Zon.

Eksistensi wayang sebagai warisan budaya Indonesia telah diakui secara internasional. Pada 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pengakuan dunia ini kemudian diperkuat oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018, yang menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.

Sebagai bentuk perayaan dalam rangkaian Hari Wayang Nasional, Kementerian Kebudayaan menggelar sebuah inovasi pertunjukan bertajuk Wayang GOKUL. Pertunjukan unik ini merupakan perpaduan antara Wayang Golek dan Wayang Kulit khas Priangan. Mengangkat lakon "Karna Tanding", pagelaran ini melibatkan empat dalang berbakat dari Dinasti Sunandar.

Menariknya, untuk menarik minat generasi muda dan masyarakat luas, acara yang digelar di Balai Kota Bogor ini juga melibatkan tokoh publik seperti seniman dan komedian Sule, Nunung, serta Kiki Juliar. Kolaborasi antara seni tradisi dan figur populer ini diharapkan mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya kepada generasi milenial dan Gen Z agar mereka terinspirasi untuk menjaga warisan leluhur.

Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi kepada Dinasti Sunandar atas dedikasi mereka dalam melestarikan seni tradisi. Ia berharap para dalang senior dapat terus mewariskan ilmu dan keahlian mereka kepada generasi penerus agar estafet kebudayaan ini tidak terputus.

"Kekayaan budaya kita mungkin salah satu yang terkaya di dunia, sebuah kekuatan besar yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Termasuk tradisi di Tanah Sunda yang sangat kaya, salah satunya adalah wayang dengan berbagai jenisnya, mulai dari wayang golek hingga wayang kulit dengan beragam gaya dan cerita," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar