SITUBONDO – Sebuah terobosan menarik diluncurkan oleh Kepolisian Resor Situbondo untuk menyikapi fenomena balap liar dan lari liar yang kerap meresahkan di bulan suci Ramadan. Alih-alih melakukan penindakan represif semata, Polres Situbondo justru memfasilitasi para pemuda dengan sebuah kompetisi lari malam yang meriah. Inisiatif ini diharapkan mampu mengalihkan energi kaum muda ke arah yang lebih positif dan konstruktif.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menegaskan bahwa langkah inovatif ini merupakan wujud nyata kepedulian institusi Polri terhadap generasi muda dan ketertiban umum. "Selama ini, fenomena balap liar dan lari liar pada malam hari di bulan Ramadan tidak hanya memicu kerumunan yang sulit dikendalikan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan, baik bagi para pelaku maupun pengguna jalan lainnya," ujar AKBP Bayu dalam sambutannya saat membuka Lomba Lari Piala Kapolres Situbondo di Alun-Alun Situbondo, Jumat malam.

Lebih lanjut, AKBP Bayu menjelaskan bahwa kompetisi lari ini bukan sekadar ajang balap, melainkan juga wadah strategis bagi remaja "Kota Santri" untuk menyalurkan bakat dan minat mereka. "Daripada mereka terlibat dalam aksi

Related Post









Tinggalkan komentar