Api Ijen Mengganas Jalur Pendakian Terancam

Api Ijen Mengganas Jalur Pendakian Terancam

Kobaran api tak terkendali terus melahap kawasan Taman Wisata Alam TWA Kawah Ijen Jawa Timur. Situasi kian genting setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Banyuwangi mengonfirmasi bahwa si jago merah telah merembet hingga ke Pos 4 jalur pendakian. Ancaman serius kini membayangi salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Partana mengungkapkan bahwa puluhan petugas gabungan dari berbagai instansi serta relawan berjibaku tanpa henti di garis depan. Mereka berjuang keras memadamkan api yang terus meluas sejak Jumat sore. Namun, upaya heroik ini terbentur pada sejumlah tantangan berat. Medan yang sangat ekstrem dengan topografi terjal menjadi penghalang utama. Selain itu, pasokan air yang terbatas serta akses kendaraan yang sulit menuju titik api di jantung kawasan TWA Ijen turut memperparah kondisi.

Api Ijen Mengganas Jalur Pendakian Terancam
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Partana menjelaskan strategi darurat yang diterapkan untuk mengatasi kendala pasokan air. Dua unit truk tangki air diupayakan mendekati posisi terdekat yang memungkinkan mereka menyuplai air ke empat unit mobil double cabin. Kendaraan double cabin inilah yang kemudian bertugas membawa air lebih jauh ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Sebuah upaya logistik yang rumit dan penuh risiko demi memadamkan amukan api.

COLLABMEDIANET

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kebakaran di TWA Kawah Ijen ini tergolong sangat parah. Material kering yang melimpah seperti rumput alang-alang dan semak belukar menjadi bahan bakar empuk bagi api. Kondisi ini diperparah dengan tiupan angin kencang yang tak henti-hentinya menerjang lereng Gunung Ijen. Angin kencang menjadi katalisator yang mempercepat penyebaran api, membuatnya merambat dengan cepat ke area yang lebih luas di antara wilayah Bondow

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar