Malang Geger Investor Pasar Modal Meroket Tajam

Malang Geger Investor Pasar Modal Meroket Tajam

madurapost.co.id – Geliat pasar modal di wilayah Malang Raya menunjukkan performa yang luar biasa. Data terbaru dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan OJK Malang mengungkapkan lonjakan signifikan jumlah investor, menembus angka fantastis 582.443 Single Investor Identification (SID) per akhir Juli 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat sebesar 78,49 persen secara tahunan, menandakan minat masyarakat yang kian tinggi terhadap instrumen investasi.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan dalam keterangannya menyoroti bahwa peningkatan paling mencolok terlihat pada SID S-INVEST. Platform elektronik yang memfasilitasi transaksi reksa dana dan produk investasi legal lainnya ini berhasil menarik 556.784 SID hingga 31 Juli 2026, melonjak 80,91 persen dari tahun sebelumnya. Ini menegaskan peran S-INVEST sebagai kanal utama yang dipercaya investor untuk mengelola portofolio mereka secara sah dan aman.

Malang Geger Investor Pasar Modal Meroket Tajam
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Tidak hanya jumlah investor, aktivitas transaksi saham di area OJK Malang juga mengalami peningkatan drastis. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,2 triliun pada Juli 2026, meroket 62,96 persen secara tahunan. Frekuensi transaksi saham juga tak kalah mengesankan, menyentuh 16,8 miliar kali atau naik 85,35 persen, sementara volume transaksi saham mencapai 1,7 juta, tumbuh 76,03 persen. Angka-angka ini menunjukkan dinamika pasar yang sangat aktif dan likuid.

COLLABMEDIANET

Di sisi perbankan, penyaluran kredit di wilayah ini juga menunjukkan tren positif. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp112,32 triliun per Juli 2026, meningkat 3,62 persen dari Rp108,39 triliun pada Juli 2025. Kredit investasi menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,39 persen. Meskipun demikian, porsi terbesar penyaluran kredit masih diarahkan untuk modal kerja, mencapai Rp45,28 triliun atau 40,32 persen dari total.

Sektor rumah tangga menjadi penerima kredit terbesar dengan porsi 29,28 persen atau Rp32,89 triliun. Disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi, serta perawatan mobil dan sepeda motor sebesar Rp21,09 trili

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar