madurapost.co.id – Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah UMKM di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur kini memiliki harapan baru untuk mengembangkan bisnis mereka. Sebanyak dua puluh lima unit usaha menerima dukungan berupa etalase modern sebuah fasilitas pemasaran yang krusial. Bantuan ini diharapkan mampu mengubah cara mereka memajang dan mempromosikan produk sehingga terlihat lebih menarik di mata konsumen dan pada akhirnya mendongkrak penjualan.
Penyerahan etalase ini bukan sekadar seremoni biasa. Ia merupakan bagian integral dari lokakarya optimalisasi sarana prasarana pemasaran produk UMKM. Acara penting ini digagas oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berkolaborasi erat dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian DKUPP Kabupaten Probolinggo. Kegiatan berlangsung di Desa Tamansari Kecamatan Dringu menandai komitmen pemerintah daerah dalam memajukan sektor UMKM.

Rindang Kamaswari Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa dukungan sarana prasarana pemasaran sangat esensial. "Fasilitas semacam ini diperlukan untuk membantu para pelaku usaha menjalankan aktivitas pemasaran mereka sekaligus menopang kemandirian ekonomi masyarakat setempat" ujarnya di Probolinggo. Selain menerima etalase para peserta UMKM juga dibekali dengan strategi pemasaran mutakhir. Materi yang disampaikan mencakup cara menembus pasar modern dan bagaimana mengoptimalkan setiap sarana pemasaran yang telah diberikan.

Related Post
Rindang menambahkan bahwa pemberian fasilitas fisik seperti gerobak etalase atau tenda harus selalu diikuti dengan pembekalan yang memadai. Tujuannya agar setiap fasilitas yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya promosi sebagai motor penggerak peningkatan penjualan produk UMKM. "Bantuan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha tentang urgensi promosi UMKM dan pada akhirnya mengerek angka penjualan" tegasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo mendorong para pelaku UMKM untuk mendayagunakan etalase yang diterima sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi peningkatan penjualan dan perluasan jangkauan pasar. "Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman pelaku UKM mengenai betapa vitalnya sarana pemasaran yang representatif. Pelaku UMKM didorong untuk mampu menyajikan produk mereka secara lebih atraktif tertata rapi dan profesional sehingga meningkatkan daya tarik di mata konsumen" papar Bimo.
Ia berharap fasilitas yang telah disalurkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan usaha. Dengan demikian para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan etalase untuk menggenjot penjualan sekaligus membuka pintu akses pasar yang lebih luas baik di tingkat lokal maupun regional. Bimo juga mengingatkan agar para penerima bantuan tidak berhenti pada penerimaan fasilitas semata. Bantuan ini harus dijadikan momentum untuk terus meningkatkan kualitas usaha dan mendorong produk agar mampu "naik kelas".
Harapan pamungkas Bimo adalah agar jumlah UMKM di Kabupaten Probolinggo tidak hanya bertambah namun juga diikuti dengan peningkatan omzet produktivitas pasar yang semakin luas dan nilai tambah yang dihasilkan. "Target akhirnya adalah terciptanya UKM yang mandiri berdaya saing tinggi serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat" pungkasnya.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 78.613 UMKM telah terdaftar dalam










































Tinggalkan komentar