madurapost.co.id – Sebuah gebrakan strategis siap mengubah lanskap transportasi dan logistik antara Pulau Jawa dan Bali. Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan KSOP Kelas IV Panarukan kini serius menggarap optimalisasi rute penyeberangan Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Celukan Bawang di Bali. Langkah ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi kelancaran arus barang dan penumpang yang selama ini terpusat dan seringkali mengalami kemacetan parah di jalur utama Ketapang-Gilimanuk.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa timnya akan segera melakukan lawatan resmi ke Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Agenda utama kunjungan kerja tersebut adalah membahas secara mendalam dan memfinalisasi rencana pembukaan akses penyeberangan yang menghubungkan Jangkar dengan Celukan Bawang. "Insya-Allah pekan depan kami bersama KSOP dan pihak terkait lainnya akan bertandang ke Buleleng menemui bupati setempat. Tujuannya jelas untuk membuka jalur Jangkar-Celukan Bawang. Kami yakin ini akan menjadi solusi efektif mengurai kepadatan di penyeberangan Ketapang yang kerap menimbulkan antrean panjang," ujar Bupati Rio usai peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 di Pelabuhan Panarukan Situbondo beberapa waktu lalu.

Menurutnya jalur laut Jangkar-Celukan Bawang bukan sekadar alternatif biasa. Rute ini digadang-gadang akan menjadi tulang punggung baru bagi kendaraan angkutan logistik. Selama ini truk-truk pengangkut barang seringkali terjebak berjam-jam bahkan berhari-hari di jalur utama Jawa-Bali yang melewati Ketapang-Gilimanuk. Dengan terbukanya akses baru ini distribusi logistik antarprovinsi akan jauh lebih efisien baik dari segi waktu maupun biaya operasional. "Ketika konektivitas Jangkar-Celukan Bawang terwujud, arus barang dari Jawa ke Bali atau sebaliknya akan semakin lancar. Ini tentu akan berdampak positif pada perekonomian daerah dan stabilitas harga komoditas," tambah Bupati Rio.

Related Post
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilyanto turut menegaskan kesiapan infrastruktur Pelabuhan Jangkar. "Pelabuhan Jangkar sudah eksisting dan beroperasi. Saat ini pun kami sudah melayani rute penyeberangan Jangkar-Lembar di Lombok. Jadi secara operasional Pelabuhan Jangkar sudah sangat siap untuk menampung armada kapal dengan kapasitas memadai guna melayani rute baru ini," jelas Herland.
Inisiatif strategis ini juga sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional ke-55 tahun 2026 yang mengusung tema "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju". Herland menekankan bahwa momentum ini menjadi pendorong untuk terus bergerak bersama memperkuat konektivitas membangun








































Tinggalkan komentar