Operasi Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8

Operasi Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8

Madurapost.co.id – Upaya penyelamatan bangkai kapal feri Virgo Transport 8 yang tenggelam dijadwalkan segera dimulai pada bulan Oktober mendatang. Keputusan ini diambil setelah pihak operator kapal, PT Virgo Karya Shipping, melakukan serangkaian diskusi intensif dengan pihak asuransi guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Juru bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, memberikan keterangan resmi saat ditemui di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu malam (3/10). Ia menegaskan bahwa langkah pengangkatan bangkai kapal ini merupakan bentuk tanggung jawab penuh perusahaan terhadap insiden yang menimpa armada mereka.

Operasi Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Kami sedang berkoordinasi secara intensif dengan pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I) internasional untuk melanjutkan operasi pembersihan bangkai kapal ini," ujar Simson.

COLLABMEDIANET

Simson menambahkan bahwa rencana operasi penyelamatan ini bukan sekadar keinginan sepihak perusahaan, melainkan telah mendapatkan lampu hijau dan persetujuan dari berbagai instansi berwenang. Pihak Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah memberikan izin resmi untuk memulai proses tersebut.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak operator mengaku telah menunjuk kontraktor khusus yang ahli di bidangnya untuk menangani operasi pengangkatan kapal. Meski demikian, identitas perusahaan kontraktor tersebut belum dapat diungkap ke publik karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi.

"Jika tidak ada halangan, proses penandatanganan kontrak akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini kami masih melengkapi data pendukung yang dibutuhkan oleh pihak asuransi P&I agar keputusan dapat segera diambil," lanjutnya.

Pihak operator juga berkomitmen untuk mempercepat seluruh proses birokrasi. Hal ini sangat krusial mengingat kondisi di lokasi kejadian masih menyimpan kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan, yang diduga masih berada di dalam badan kapal yang tenggelam.

Di sisi lain, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memberikan pernyataan penting terkait pencarian korban. Ia mengumumkan bahwa operasi pencarian di bawah air resmi dihentikan sementara setelah berlangsung selama 21 hari. Keputusan sulit ini diambil demi menjaga kondisi fisik korban yang mungkin masih tersisa.

Syafii menjelaskan bahwa jika pencarian bawah air terus dipaksakan, dikhawatirkan kondisi jenazah korban akan semakin rusak atau hancur saat proses evakuasi dilakukan. "Jika sebelumnya jenazah masih bisa ditemukan dalam kondisi utuh saat muncul ke permukaan, pada tahap ini ada risiko jenazah akan hancur saat dikeluarkan dari kapal. Oleh karena itu, melanjutkan operasi bawah air saat ini dianggap tidak efektif," jelasnya.

Basarnas pun mendesak agar operasi pengangkatan bangkai kapal segera dilaksanakan agar proses evakuasi korban dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman dan manusiawi.

Hingga laporan ini diturunkan, data terakhir menunjukkan bahwa dari total 243 orang yang berada di atas kapal feri tersebut, sebanyak 188 orang telah berhasil diidentifikasi atau ditemukan, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 80 orang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar