Strategi Baru Jaga Harga Daging Ayam

Strategi Baru Jaga Harga Daging Ayam

Madurapost.co.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menyiapkan langkah strategis untuk meredam gejolak harga daging ayam di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu skema utama yang disiapkan adalah pemberian subsidi biaya angkut distribusi guna memastikan pasokan daging ayam dapat tersebar merata dari daerah produsen ke daerah yang mengalami kelangkaan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga daging ayam ras yang sempat memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional pada bulan September lalu. Kenaikan permintaan, yang salah satunya dipicu oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, serta dinamika harga pakan ternak, menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas harga di pasar.

Strategi Baru Jaga Harga Daging Ayam
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menjelaskan bahwa subsidi angkutan distribusi ini bertujuan agar penyerapan produksi di daerah sentral yang melimpah dapat dialirkan secara efisien ke daerah-daerah yang kekurangan pasokan. Menurutnya, kendala utama yang sering dihadapi pemerintah daerah, terutama yang bukan merupakan daerah produsen, adalah tingginya biaya logistik dari luar daerah.

COLLABMEDIANET

"Kami memastikan daerah yang kekurangan pasokan akan disuplai dari daerah produsen. Anggaran untuk subsidi biaya angkut ini masih tersedia," ujar Hermawan saat memberikan keterangan di Jakarta. Ia menambahkan bahwa meskipun terjadi kenaikan di beberapa titik, secara umum harga masih dalam batas wajar dan tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data pemantauan Bapanas per 2 Oktober, harga rata-rata daging ayam nasional tercatat berada di angka Rp40.961 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren penurunan tipis sebesar 0,62 persen dibandingkan minggu sebelumnya, serta turun 0,82 persen jika dibandingkan dengan bulan lalu.

Terkait ketersediaan stok, pemerintah optimis bahwa pasokan daging ayam ras hingga akhir tahun tetap aman. Proyeksi stok nasional diperkirakan mampu mencapai 1 juta ton, mengingat estimasi produksi dalam negeri yang sangat besar dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi nasional.

Namun, pemerintah tidak hanya fokus pada intervensi di sisi hilir melalui subsidi distribusi. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dari hulu, Bapanas juga memperkuat intervensi pada sektor pakan ternak. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk jagung pakan terus digalakkan guna membantu peternak mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih ekonomis.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah menginstruksikan Perum Bulog untuk memperluas layanan penyediaan jagung pakan bagi peternak skala mikro, kecil, dan menengah. Bahkan, alokasi program SPHP jagung pakan telah ditambah sebanyak 150 ribu ton untuk memastikan keberlangsungan usaha peternak unggas nasional.

Hingga awal Oktober, realisasi penyaluran jagung pakan melalui program SPHP telah mencapai lebih dari 71 persen dari total target. Jawa Timur dan Jawa Tengah tercatat sebagai dua provinsi dengan jumlah peternak terbanyak yang telah mengakses bantuan pakan ini, yang diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi ayam di tingkat peternak.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar