Madurapost.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa. Pergerakan hijau ini sejalan dengan tren penguatan yang terjadi di mayoritas bursa saham kawasan Asia maupun pasar global, memberikan angin segar bagi para investor di tanah air.
Saat pembukaan pasar, IHSG langsung melesat naik sebesar 20,27 poin atau tumbuh 0,33 persen ke level 6.139,13. Tak hanya indeks utama, kelompok saham unggulan atau Indeks LQ45 juga turut menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,23 poin atau sekitar 0,37 persen, sehingga berada di posisi 605,46.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam analisisnya menyebutkan bahwa momentum penguatan ini diprediksi masih memiliki ruang untuk terus merangkak naik. Ia memperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di rentang 6.150 hingga 6.200 dalam waktu dekat.

Related Post
Kondisi pasar global memberikan pengaruh signifikan terhadap sentimen hari ini. Salah satu faktor yang menarik perhatian adalah penurunan harga minyak mentah dunia sebesar 1,9 persen ke angka 100 dolar AS per barel. Penurunan ini dipicu oleh pulihnya ekspor minyak di kawasan Timur Tengah serta langkah strategis negara-negara G7 dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Selain itu, dinamika geopolitik di wilayah Selat Bab el-Mandeb juga turut memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut.
Di sisi lain, melemahnya data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal positif bagi pasar. Kondisi ini dianggap mengurangi tekanan bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga, sehingga muncul ekspektasi bahwa suku bunga acuan (Fed Funds Rate) kemungkinan besar akan tetap stabil pada periode mendatang. Namun, pelaku pasar tetap bersikap waspada sembari menantikan rilis risalah FOMC The Fed untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dari sisi domestik, sentimen positif juga didorong oleh rencana pemerintah dalam mengucurkan stimulus ekonomi besar-besaran. Pada kuartal IV-2026, pemerintah dijadwalkan mengalokasikan anggaran stimulus hingga mencapai Rp31 triliun. Langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memastikan keberlangsungan dunia usaha tetap terjaga.
Beberapa program stimulus yang disiapkan meliputi bantuan pangan berupa beras, subsidi upah, hingga pembukaan rekening bagi warga negara dalam kelompok ekonomi tertentu. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif pajak dan program pelatihan vokasi guna memperkuat struktur ekonomi nasional di masa depan.
Secara global, bursa Wall Street di Amerika Serikat terpantau ditutup menguat, diikuti oleh mayoritas bursa di Eropa dan beberapa indeks utama di Asia seperti Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong. Sementara itu, bursa Shanghai terpantau libur karena memperingati hari nasional China.








































Tinggalkan komentar