Madurapost.co.id – Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Masangan, Sidoarjo, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah serangkaian kecelakaan fatal melibatkan kendaraan berat. Masalah utama terletak pada desain overpass atau jembatan penyeberangan yang memiliki kemiringan atau elevasi sangat ekstrem. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan, terutama para pengemudi truk dan kendaraan angkutan barang.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, secara tegas mendesak adanya langkah nyata untuk segera memperbaiki struktur jalan tersebut. Menurut pria yang akrab disapa BHS ini, kemiringan yang terlalu tajam pada tanjakan dan turunan overpass Masangan telah menjadi ancaman nyata bagi nyawa pengendara. Tak hanya soal keselamatan, ia juga menyoroti dampak domino dari masalah ini terhadap stabilitas ekonomi lokal.

"Ini tidak boleh dibiarkan terjadi secara terus-menerus. Selain membahayakan keselamatan para pengendara, kondisi jalan yang buruk ini juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut," ujar BHS saat memberikan keterangan terkait kondisi infrastruktur di Sidoarjo.

Related Post
Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak kendaraan angkutan barang yang mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan tersebut. Beberapa truk bahkan dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terguling ke arah utara karena tidak mampu menahan beban atau kehilangan keseimbangan akibat elevasi yang terlalu tinggi.
Untuk mengatasi kebuntuan ini, BHS mendorong adanya percepatan perbaikan melalui skema penyelesaian status aset. Ia menjelaskan bahwa kendala utama dalam perbaikan jalan tersebut adalah masalah kewenangan pengelolaan aset. Agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dapat segera melakukan perbaikan fisik, aset jalan tersebut perlu dihibahkan dari pihak pengelola jalan tol kepada pemerintah daerah.
Langkah diplomasi pun telah dilakukan. BHS mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Jasa Marga serta Direktur Jenderal Bina Marga untuk membahas solusi teknis dan administratif ini. Kabar baiknya, usulan mengenai hibah aset tersebut mendapatkan respons positif dari pihak pusat.
"Beliau (Dirjen Bina Marga) menyatakan setuju untuk menghibahkan aset tersebut kepada pemerintah daerah. Dengan adanya hibah ini, Pemkab Sidoarjo bisa segera mengubah elevasi jalan dengan cepat karena anggaran perbaikannya sudah tersedia," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Budi Basuki, mengonfirmasi bahwa elevasi atau oprit yang terlalu tinggi memang menjadi pemicu utama kecelakaan. Ia menyebutkan bahwa kendaraan angkutan barang sering kali tidak kuat menghadapi tanjakan yang curam, yang berujung pada insiden truk terguling.
Pihak Pemkab Sidoarjo saat ini tengah berupaya keras melakukan koordinasi intensif dengan Jasa Marga dan Direktorat Jenderal Bina Marga. Fokus utama mereka adalah menuntaskan status kepemilikan aset agar proses pengerjaan fisik jalan dapat segera dilaksanakan sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah tanpa melanggar aturan hukum yang berlaku. Melalui perbaikan ini, diharapkan arus logistik dan mobilitas warga Sidoarjo dapat kembali berjalan aman dan lancar.










































Tinggalkan komentar