Perkuat Keamanan RI dan Australia

Perkuat Keamanan RI dan Australia

Madurapost.co.id – Indonesia dan Australia resmi mengambil langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam sektor hukum dan keamanan. Melalui pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, kedua negara sepakat untuk memperluas cakupan kolaborasi guna menghadapi berbagai ancaman keamanan yang kian kompleks di kawasan.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia, Dudung Abdurrachman, bersama Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke. Hasil dari pertemuan ini adalah sebuah komunike bersama yang menjadi komitmen tertulis kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis mereka.

Perkuat Keamanan RI dan Australia
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam dokumen tersebut, Indonesia dan Australia menegaskan fokus utama pada peningkatan keamanan maritim, pemberantasan terorisme, penanganan kejahatan transnasional, penguatan keamanan perbatasan, hingga peningkatan kerja sama di bidang keamanan siber. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika keamanan global yang terus berubah dan menuntut kesiapan yang lebih matang dari setiap negara.

COLLABMEDIANET

Menteri Koordinator Dudung Abdurrachman menekankan bahwa dokumen yang dihasilkan bukan sekadar formalitas di atas kertas. Ia menegaskan bahwa komunike tersebut harus menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan aksi nyata di lapangan. Menurutnya, tantangan hukum dan keamanan saat ini tidak bisa lagi dihadapi dengan cara-cara konvensional atau dilakukan secara sendirian oleh satu negara saja.

"Tantangan-tantangan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu negara saja; penyelesaiannya memerlukan komunikasi yang intensif, koordinasi yang erat, serta kerja sama yang solid," ujar Dudung dalam keterangannya. Ia juga berharap pertemuan ini menghasilkan dampak konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam skala nasional maupun regional, melampaui sekadar kesepakatan tertulis.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menyoroti beberapa isu krusial yang menjadi fokus pembahasan, termasuk kejahatan terorganisir yang semakin marak, salah satunya adalah operasional pusat penipuan atau scam centers yang merugikan banyak pihak. Selain itu, isu keamanan siber juga menjadi topik hangat, di mana kedua negara sepakat bahwa penguatan sektor digital sangat mendesak untuk dilakukan.

Burke menambahkan bahwa kedua belah pihak telah bertukar pandangan mengenai pentingnya memanfaatkan teknologi mutakhir guna memaksimalkan kemampuan masing-masing negara dalam menjaga stabilitas. Ia optimis bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi keamanan publik di Indonesia maupun Australia.

Sebagai kelanjutan dari rangkaian pertemuan ini, agenda akan diteruskan dengan Pertemuan Sub-regional ke-7 mengenai Kontraterorisme dan Keamanan Transnasional yang melibatkan delapan negara pada hari Jumat. Melalui rangkaian pertemuan ini, diharapkan tercipta stabilitas keamanan yang lebih kokoh di kawasan Asia-Pasifik.

Laporan ini dirangkum dari informasi yang dihimpun melalui madurapost.co.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar