Madurapost.co.id – Kabar membanggakan datang dari dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Melalui dukungan strategis dari Bank Jatim, sebanyak 30 pelaku usaha binaan asal Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, para pelaku usaha ini sukses mengamankan kesepakatan ekspor dengan nilai fantastis mencapai 5,09 juta dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp80 miliar.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa produk lokal Jawa Timur memiliki daya saing yang sangat kuat di pasar global. Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim, Arif Suhirman, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah manis dari pendampingan intensif dan berkelanjutan yang dilakukan oleh pihak bank terhadap para pelaku UMKM.

Menurut Arif, Bank Jatim berkomitmen untuk terus mendorong UMKM binaan agar tidak hanya jago kandang, tetapi juga siap bertarung di level dunia. Hal ini dilakukan dengan cara mempertemukan mereka langsung dengan calon pembeli potensial dari berbagai negara. Melalui pertemuan bisnis tersebut, diharapkan tercipta peluang kerja sama yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara jangka panjang.

Related Post
Dalam gelaran pameran perdagangan internasional tersebut, Bank Jatim tidak sembarangan dalam memilih peserta. Sebanyak 30 UMKM yang hadir telah melewati proses kurasi yang ketat, termasuk mereka yang tergabung dalam program Jatim Export Trade Assistance (JXTA) serta Export Coaching Program (ECP).
Rincian partisipasi para pelaku usaha ini terbagi dalam beberapa sektor unggulan. Sebanyak 26 UMKM menempati area utama pameran dengan memamerkan produk-produk seperti furnitur, dekorasi rumah, kerajinan tangan, produk manufaktur, kain batik, hingga berbagai komoditas industri lainnya. Sementara itu, empat UMKM lainnya fokus memasarkan produk makanan dan minuman olahan khas Jawa Timur yang dipamerkan di area khusus Pangan Nusa Expo.
Arif menjelaskan bahwa nilai kontrak ekspor yang mencapai puluhan miliar rupiah tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang sangat terstruktur. Tahapannya dimulai dari business pitching, penguatan kesiapan operasional usaha, hingga proses business matching atau pencocokan bisnis dengan mitra internasional.
Ia juga menekankan bahwa untuk menembus pasar global, kualitas produk saja tidaklah cukup. Para pelaku usaha harus memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan konsumen mancanegara, mahir dalam membangun jejaring bisnis, serta mampu memenuhi standar perdagangan internasional yang ketat.
Atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencetak eksportir baru, Bank Jatim pun mendapatkan apresiasi tinggi. Bank pembangunan daerah ini menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis Program Pendampingan Ekspor dari Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Ke depannya, Bank Jatim berjanji akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai mitra strategis lainnya. Fokus utamanya adalah memperluas akses pasar, meningkatkan standar kualitas produk, serta mendorong lebih banyak lagi pelaku usaha daerah untuk naik kelas menjadi eksportir yang tangguh dan berdaya saing tinggi di mata dunia.










































Tinggalkan komentar