Langkah Nyata Jatim Lindungi Anak di Dunia Maya

Langkah Nyata Jatim Lindungi Anak di Dunia Maya

Madurapost.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah progresif dalam menghadapi tantangan era digital dengan meluncurkan program Perisai Anak. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan anak dari berbagai ancaman yang mengintai di ruang siber. Melalui gerakan masif ini, sebanyak 34 ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat terlibat dalam deklarasi dan edukasi publik yang digelar serentak di 38 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan generasi muda. Dalam sambutannya di Surabaya pada Jumat lalu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak saat berinteraksi di dunia maya.

Langkah Nyata Jatim Lindungi Anak di Dunia Maya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Menurut Sherlita, perlindungan anak di ruang digital tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi tanpa harus terpapar risiko negatif. Ia berharap komitmen yang telah diucapkan dalam deklarasi tersebut dapat tertanam kuat dalam hati setiap peserta untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.

COLLABMEDIANET

Kegiatan yang mengusung tema "Tumbuh Aman di Ruang Digital" ini melibatkan spektrum partisipan yang sangat luas. Mulai dari kalangan pelajar, organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, hingga akademisi dan tokoh agama turut ambil bagian. Secara teknis, pelaksanaan program ini dilakukan secara hibrida, di mana Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur memimpin secara daring, sementara 38 dinas Kominfo di tingkat kabupaten/kota menyelenggarakan kegiatan secara luring dan daring dengan menghadirkan narasumber ahli di masing-masing daerah.

Dukungan politik terhadap gerakan ini juga terlihat dari keterlibatan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Dedi Irwansa. Dalam memimpin deklarasi, Dedi menegaskan komitmen para pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem digital yang protektif, responsif, dan inklusif. Ia menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi terhadap anak harus dilakukan secara terpadu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah berani Jawa Timur ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid. Ia memuji inisiatif Jawa Timur sebagai contoh nyata dalam memperkuat langkah perlindungan anak di tingkat nasional. Meutya menyatakan bahwa pemerintah pusat tengah memperkuat regulasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP TUNAS.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong platform digital untuk menerapkan prinsip safety by design, di mana keamanan anak sudah menjadi bagian dari rancangan awal sebuah layanan digital. Ia berharap program Perisai Anak dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan, didukung oleh peran aktif sekolah dan orang tua dalam membiasakan perilaku digital yang sehat bagi anak-anak Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan setiap anak dapat belajar dan bermain di dunia digital dengan rasa aman demi masa depan yang lebih cerah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar