Gunung Arjuno Membara BNPB Turun Tangan

Gunung Arjuno Membara BNPB Turun Tangan

Madurapost.co.id – Kobaran api yang melahap kawasan hutan di Gunung Arjuno, tepatnya di area Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat melakukan langkah akselerasi guna memadamkan titik api yang terus mengancam ekosistem hutan tersebut.

Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dalam sebuah rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Jumat lalu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga peran aktif TNI, Polri, sektor swasta, dan masyarakat luas.

Gunung Arjuno Membara BNPB Turun Tangan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Kami terus memantau perkembangan penanganan kebakaran di Gunung Arjuno secara intensif. Sebagai langkah konkret, kami kembali mengirimkan bantuan berupa operasi modifikasi cuaca (OMC) serta bantuan water bombing melalui helikopter. Harapan besar kami adalah agar api tidak meluas ke area lain dan kebakaran di wilayah Jawa Timur ini dapat segera dipadamkan sepenuhnya," ujar Kristomei kepada awak media.

COLLABMEDIANET

Hingga saat ini, laporan menunjukkan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan gunung tersebut telah mencapai sekitar 260 hektare. Meski petugas di lapangan telah berhasil memadamkan sebagian titik api, risiko kebakaran susulan tetap tinggi mengingat kondisi medan yang sulit. Oleh karena itu, BNPB sangat mengandalkan bantuan alam melalui teknologi modifikasi cuaca agar hujan segera turun untuk membantu proses pendinginan lahan.

Kristomei juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait perilaku masyarakat yang masih melakukan pembakaran lahan di tengah upaya pemadaman yang dilakukan petugas. Menurutnya, tindakan tersebut sangat kontradiktif dan membahayakan nyawa para petugas di lapangan.

"Kami bekerja mati-matian di lapangan untuk memadamkan api, bahkan ada petugas yang harus menjadi korban demi menjalankan tugas. Namun di sisi lain, masih ada oknum yang justru melakukan pembakaran. Ini sangat disayangkan," tegasnya dengan nada kecewa.

Ia mengingatkan bahwa dampak dari karhutla ini sangat masif, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan sektor ekonomi, mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, hingga mengancam keselamatan jiwa. Melalui media, ia menitipkan pesan agar masyarakat berhenti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.

Penanganan karhutla di Gunung Arjuno kini menjadi prioritas utama guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah di Jawa Timur. BNPB berharap kolaborasi semua pihak dapat mempercepat pemulihan kawasan Tahura Raden Soerjo dari ancaman api.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar