Madurapost.co.id – Kabar menggembirakan datang bagi ratusan warga di Kota Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 129 keluarga kini mendapatkan kesempatan untuk memiliki hunian yang lebih sehat dan nyaman melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini dirancang khusus untuk menyasar warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan rasa syukurnya atas terealisasinya bantuan ini. Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk peran aktif DPR RI, menjadi kunci utama sehingga aspirasi masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dapat terwujud.

"Alhamdulillah, setelah melalui proses pengusulan yang panjang, saat ini bantuan tersebut telah resmi diberikan kepada 129 penerima manfaat," ungkap Vinanda saat memberikan keterangan di Kediri, Sabtu.

Related Post
Menurut Vinanda, rumah bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas. Rumah adalah fondasi utama dalam membangun kesejahteraan sebuah keluarga. Di dalam rumahlah, aktivitas harian berlangsung dan proses pendidikan karakter anak-anak dimulai. Oleh karena itu, kondisi fisik bangunan yang memadai sangat berpengaruh terhadap psikologis dan keharmonisan sebuah keluarga.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa rumah yang kondisinya memprihatinkan atau tidak layak huni dapat menjadi sumber masalah kesehatan bagi penghuninya. "Saat saya meninjau langsung ke berbagai wilayah, saya masih menemukan banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak. Target kita ke depan adalah memastikan tidak ada lagi masyarakat Kota Kediri yang harus tinggal di hunian yang tidak sehat," tegasnya.
Vinanda juga memberikan pesan khusus kepada para penerima manfaat agar menggunakan dana bantuan tersebut dengan sangat bijak. Ia menekankan pentingnya mengutamakan kualitas bahan bangunan agar perbaikan rumah bersifat jangka panjang dan tidak asal-asalan.
Di sisi lain, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, memberikan pandangan mengenai mekanisme bantuan ini. Ia menyebutkan bahwa program ini adalah bukti nyata sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam memperjuangkan suara rakyat.
Terkait rincian dana, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Dari total nominal tersebut, sebesar Rp17,5 juta dialokasikan khusus untuk pembelian material bangunan, sementara sisanya sebesar Rp2,5 juta diperuntukkan bagi biaya jasa tukang atau perbaikan.
Hadi menambahkan bahwa tantangan dalam menjaga kesejahteraan warga semakin besar, terutama dengan adanya dinamika pengurangan dana transfer ke daerah. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pembangunan. Melalui program BSPS ini, Pemerintah Kota Kediri berharap standar hunian masyarakat dapat meningkat secara bertahap menuju kota yang lebih sejahtera.










































Tinggalkan komentar