Strategi Baru Jaga Ekosistem Air Indonesia

Strategi Baru Jaga Ekosistem Air Indonesia

Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia kini tengah memperkuat strategi perlindungan ekosistem perairan dengan cara yang tidak biasa, yakni melalui pendekatan terintegrasi dengan pelestarian daratan. Langkah ini diambil menyusul kesadaran bahwa kerusakan di darat akan berdampak langsung pada kualitas dan keberlangsungan sumber daya air di masa depan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa menjaga air tidak bisa dilakukan secara parsial atau terpisah. Menurutnya, pengalaman lapangan telah memberikan pelajaran berharga bahwa perlindungan terhadap badan air harus berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan di sekitarnya. Tanpa pengelolaan lahan yang baik, upaya penyelamatan perairan akan menjadi sia-sia.

Strategi Baru Jaga Ekosistem Air Indonesia
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Pernyataan tersebut disampaikan Diaz usai menutup Konferensi Internasional Air Biennial ke-11 dari Global Environment Facility (GEF) yang berlangsung di Bali. Dalam forum internasional tersebut, ia menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk mencapai keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

COLLABMEDIANET

Sebagai langkah nyata, Kementerian Lingkungan Hidup telah menyusun berbagai praktik komprehensif untuk menjaga konektivitas antara ekosistem darat dan air. Salah satu pilar utamanya adalah pemberdayaan masyarakat lokal agar mereka menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi.

Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), pemerintah mengajak masyarakat pesisir maupun pedalaman untuk terlibat aktif. Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga dirancang agar masyarakat mendapatkan nilai ekonomi dari hasil restorasi ekosistem yang mereka jaga.

Selain fokus pada vegetasi, pemerintah juga menyoroti ancaman serius dari polusi plastik. Sampah yang tidak terkelola dengan baik di daratan merupakan ancaman utama bagi kesehatan sungai dan lautan. Oleh karena itu, intervensi dilakukan langsung pada sumber polusi dengan memperkuat instrumen kebijakan dan mengoptimalkan infrastruktur pengelolaan sampah yang selama ini terabaikan.

"Kami berupaya keras mencegah plastik masuk ke sungai, danau, hingga ke laut. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyusun regulasi baru mengenai Extended Producer Responsibility (EPR). Melalui aturan ini, produsen akan diwajibkan untuk bertanggung jawab atas kemasan produk mereka," jelas Diaz.

Di kancah diplomasi lingkungan global, Indonesia juga mulai menaruh perhatian besar pada ekosistem karst. Kawasan karst diakui sebagai reservoir air tanah alami yang sangat masif dan vital bagi kehidupan. Sebagai bentuk komitmen internasional, Indonesia telah menyiapkan resolusi mengenai ekosistem karst untuk diajukan pada United Nations Environment Assembly (UNEA) pada Desember 2025 mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam advokasi perlindungan sumber daya air dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar