Atlet Jatim Guncang Asia di Jepang

Atlet Jatim Guncang Asia di Jepang

Madurapost.co.id – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh putra-putri terbaik Jawa Timur di kancah internasional. Sembilan atlet asal Jawa Timur yang tergabung dalam kontingen Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia pada ajang Asian Para Games 2026 yang diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang. Tak tanggung-tanggung, mereka sukses membawa pulang total 13 medali serta berhasil memecahkan dua rekor Asia yang sangat prestisius.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Ia secara khusus menyoroti keberhasilan Maulana Rifky Yavianda yang menjadi pahlawan dengan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di ajang tersebut. Menurut Khofifah, keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bukti nyata bahwa atlet Jawa Timur mampu bersaing di level tertinggi benua Asia.

Atlet Jatim Guncang Asia di Jepang
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Maulana Rifky Yavianda yang telah mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia. Ini adalah kebanggaan besar bagi Jawa Timur untuk Merah Putih. Terima kasih telah mengharumkan nama daerah dan bangsa," ujar Khofifah saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data rekapitulasi dari Komite Paralimpiade Indonesia (NPCI) Jawa Timur, kontribusi atlet Jatim tersebar di berbagai cabang olahraga unggulan, mulai dari renang, panahan, atletik, hingga bulu tangkis. Secara rinci, mereka berhasil mengumpulkan dua medali emas, lima medali perak, dan enam medali perunggu.

Nama Maulana Rifky Yavianda menjadi bintang utama dalam kompetisi ini. Perenang berbakat tersebut mendominasi perolehan medali dengan raihan dua emas dan dua perak. Tak hanya itu, ia mencatatkan sejarah dengan memecahkan dua rekor Asia sekaligus. Rekor tersebut diraih pada nomor 50 meter gaya bebas putra S13 dengan catatan waktu 30,31 detik, serta nomor 100 meter gaya punggung putra S12 dengan waktu 1 menit 3,07 detik.

Selain renang, cabang olahraga panahan juga mencatatkan sejarah baru melalui Ken Swagumilang. Bersama Arif Firmansyah, Ken berhasil meraih medali perak pada nomor ganda putra compound. Pencapaian ini merupakan medali perak pertama yang pernah diraih Indonesia di cabang panahan sepanjang sejarah keikutsertaan dalam Asian Para Games. Ken juga menambah koleksi medali peraknya melalui nomor beregu campuran compound bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly.

Prestasi lain datang dari Mutiara Cantik Harsanto di cabang renang, serta Nanda Mei Sholihah dan Khalimatus Sa’diyah yang menunjukkan taringnya di cabang atletik dan bulu tangkis. Khofifah menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari disiplin tinggi dan kerja keras yang konsisten. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik bagi pemerintah untuk terus memperkuat pembinaan olahraga inklusif, memperbaiki fasilitas latihan yang aksesibel, serta meningkatkan kualitas pelatih bagi atlet penyandang disabilitas.

Hingga saat ini, berkat kontribusi para atlet tersebut, Indonesia berhasil menduduki peringkat kedelapan klasemen sementara Asian Para Games 2026 dengan total perolehan 73 medali. Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro, menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari program pembinaan jangka panjang yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Melansir laporan dari madurapost.co.id, semangat para atlet ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi tanpa batas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar