Madurapost.co.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Trenggalek, Jawa Timur, baru-baru ini telah menimbulkan dampak kerusakan yang cukup signifikan. Salah satu lokasi yang paling memprihatinkan adalah SD Negeri 2 Pandean yang terletak di Kecamatan Dongko. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam mengakibatkan bencana tanah longsor yang menghantam fasilitas pendidikan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, insiden ini menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur sekolah. Pagar sekolah serta plengsengan ambrol dengan panjang mencapai sekitar 10 meter dan ketinggian mencapai tiga meter. Tidak hanya itu, material tanah sisa longsoran juga merambat hingga ke area Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di lingkungan sekolah, sehingga mengancam stabilitas bangunan di sekitarnya.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pandean sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Kepala Desa Pandean, Sumarni, dalam laporan resminya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, menyatakan bahwa pihak sekolah telah berupaya melakukan langkah darurat. Para guru dan staf sekolah secara manual mencoba membersihkan material tanah yang menutupi area sekolah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena volume tanah yang sangat besar serta keterbatasan alat berat dan tenaga kerja.

Related Post
Menanggapi situasi ini, pihak desa sangat mengharapkan adanya intervensi cepat dari pemerintah daerah. Dukungan yang dibutuhkan mencakup bantuan teknis, penyediaan alat pembersihan material, hingga rehabilitasi total terhadap sarana dan prasarana sekolah yang rusak agar proses belajar mengajar tidak terganggu dalam jangka panjang.
Camat Dongko, Ariyanti Puji Astuti, menegaskan bahwa pihaknya telah turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan. Ia memastikan bahwa koordinasi dengan Dinas Pendidikan terus dilakukan demi menjamin keselamatan siswa. "Insya Allah, anak-anak tetap bisa masuk sekolah. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan kabar baiknya sekolah ini memang masuk dalam program revitalisasi," ujar Ariyanti.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan wali murid telah menyusun skema belajar mengajar yang lebih fleksibel. Pengaturan jadwal dilakukan secara bergantian untuk memastikan bahwa meskipun kondisi lingkungan sekolah sedang tidak ideal, hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi tanpa mengabaikan faktor keamanan.
Bencana ini ternyata bukan satu-satunya dampak cuaca ekstrem di Trenggalek. BPBD mencatat beberapa titik kerusakan lain di lima kecamatan berbeda, termasuk kerusakan talud di Desa Nglebeng, kerusakan dinding rumah warga di Kecamatan Kampak, hingga robohnya tiang penyangga Jembatan Nayu di Kecamatan Munjungan. Saat ini, berbagai instansi mulai dari TNI, Polri, hingga PLN terus bersinergi untuk memulihkan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat kembali normal.



































Tinggalkan komentar