Strategi Baru Madiun Tekan Angka Stunting

Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Madiun terus bergerak cepat dalam melakukan langkah preventif guna menekan angka stunting di wilayahnya. Melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, fokus utama saat ini diarahkan pada penguatan kapasitas para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kelembagaan Posyandu di tingkat desa maupun kelurahan memiliki fondasi yang kuat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Dalam sebuah kegiatan penguatan kelembagaan yang digelar di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan gizi buruk sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak.

Strategi Baru Madiun Tekan Angka Stunting
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Menurut Arumi, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi yang konsisten dan berkelanjutan antara tenaga medis, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga kesadaran dari keluarga dan masyarakat itu sendiri. Kader Posyandu memegang peran krusial sebagai penyambung lidah informasi kesehatan kepada warga melalui edukasi yang sederhana namun efektif.

COLLABMEDIANET

"Kader memiliki tugas penting untuk memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pencegahan stunting. Mulai dari pentingnya pemeriksaan rutin saat kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, hingga pemantauan pertumbuhan balita secara berkala," ungkap Arumi dalam keterangannya.

Selain edukasi, para kader juga didorong untuk memahami standar pelayanan minimal (SPM) secara teknis. Hal ini bertujuan agar setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Selain itu, kedisiplinan dalam pelaporan bulanan menjadi kunci agar data kesehatan masyarakat dapat terpetakan dengan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Kabupaten Madiun. Saat ini, angka stunting di Madiun berada di kisaran 5 persen, sebuah angka yang jauh lebih rendah dibandingkan prevalensi rata-rata di Jawa Timur yang mencapai 14,7 persen berdasarkan data SSGI 2024.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menjelaskan bahwa isu stunting adalah persoalan masa depan. Dampak stunting tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada perkembangan otak anak yang akan menentukan kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, Pemkab Madiun berkomitmen menjadikan data dari kegiatan "Bulan Timbang" sebagai acuan utama agar intervensi gizi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Sejumlah program nyata telah dijalankan oleh pemerintah daerah, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan. Tak hanya itu, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri serta pendampingan intensif bagi calon pengantin juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai stunting sejak dini.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan 350 paket bantuan gizi di Kabupaten Madiun. Bantuan ini merupakan bagian dari distribusi besar sebanyak 9.750 paket yang disebar ke 30 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur guna memastikan kecukupan nutrisi bagi warga yang paling membutuhkan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar