Madurapost.co.id – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan internasional setelah Pemerintah Negeri Selangor, Malaysia, menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama strategis. Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola sektor pertanian, khususnya inovasi padi biofortifikasi dengan pendekatan pertanian rendah emisi yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan.
Delegasi dari Selangor yang dipimpin langsung oleh Exco Pertanian Negeri Selangor, Datuk Izham bin Hashim, menyatakan kekagumannya terhadap sistem pengelolaan lahan di Banyuwangi. Menurutnya, kemampuan daerah ini dalam mengelola sawah sehingga mampu melakukan penanaman padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun merupakan sebuah pencapaian yang sangat menarik untuk dipelajari dan diterapkan di Malaysia.

"Kami datang ke Banyuwangi dengan misi utama untuk melihat langsung sektor pertanian, terutama bagaimana pembangunan dan pengelolaan sawah di sini dilakukan. Informasi mengenai kemampuan penanaman padi hingga beberapa kali dalam setahun sangat menarik bagi kami," ungkap Datuk Izham saat memberikan keterangan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Related Post
Selangor sendiri memiliki luas areal persawahan sekitar 18.000 hektare. Oleh karena itu, delegasi ingin mendalami teknik serta metode budidaya yang diterapkan oleh para petani di Banyuwangi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat membawa pulang ilmu baru untuk membantu pengembangan sektor persawahan di Selangor melalui kolaborasi yang nyata.
Selama masa kunjungan, tim delegasi tidak hanya melihat secara umum, tetapi juga mendalami detail penerapan pertanian rendah emisi. Mereka mempelajari mulai dari manajemen pengelolaan lahan, penggunaan jenis pupuk yang efisien, pemilihan benih unggul, hingga tata kelola budidaya yang ramah lingkungan yang selama ini menjadi kunci sukses petani lokal.
Menariknya, ketertarikan delegasi Selangor tidak berhenti pada sektor pertanian saja. Setelah melihat potensi daerah, mereka juga membuka peluang kolaborasi di sektor lain seperti pariwisata, ekowisata, peternakan, hingga perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa Banyuwangi memiliki daya tarik multidimensi yang kuat di mata internasional.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang menyambut hangat kunjungan tersebut, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting untuk pertukaran pengetahuan antar wilayah. Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak melalui transfer teknologi dan pengalaman.
"Mari kita saling belajar. Kita bisa melihat teknologi pertanian apa yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kami berharap pertemuan ini memberikan wawasan baru yang mendukung pengembangan Banyuwangi, terutama di sektor pertanian," ujar Mujiono.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan dari National Farmers Organization (NAFAS) Malaysia serta CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra, yang menandakan kuatnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi.



































Tinggalkan komentar