Gunung Gamkonora Mencekam Pendakian Ditutup

Madurapost.co.id – Aktivitas vulkanik di Gunung Gamkonora, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Menyusul lonjakan aktivitas kegempaan yang terjadi belakangan ini, Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan warga dan wisatawan. Seiring dengan perubahan status tersebut, otoritas setempat telah menetapkan kebijakan tegas berupa penutupan seluruh jalur pendakian menuju kawasan puncak gunung.

Gunung Gamkonora Mencekam Pendakian Ditutup
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, mengonfirmasi bahwa kebijakan penutupan ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya aktivitas di area kawah. Berdasarkan instruksi terbaru, kenaikan status ini mulai berlaku efektif sejak 6 November 2026, tepat pada pukul 16.00 WIB.

COLLABMEDIANET

"Untuk saat ini, seluruh kegiatan pendakian kami tutup total," tegas Ridwan saat memberikan keterangan di Ternate, Sabtu.

Ia menjelaskan adanya perubahan aturan yang cukup drastis dibandingkan sebelumnya. Saat status gunung masih berada pada level Normal, masyarakat dan para pendaki masih diberikan izin untuk mendekati kawasan kawah dengan batas radius aman sejauh 1,5 kilometer. Namun, dengan naiknya status menjadi Waspada, zona bahaya diperluas dan akses menuju puncak dilarang sepenuhnya demi menghindari risiko bencana.

Data teknis dari Badan Geologi menunjukkan bahwa kegelisahan vulkanik ini mulai terdeteksi sejak 29 Oktober 2026. Peningkatan frekuensi gempa vulkanik dangkal menjadi indikator utama, di mana sebelumnya hanya terjadi kurang dari dua kali sehari, kini melonjak tajam menjadi sembilan kali dalam sehari. Selain itu, gempa vulkanik dalam juga menunjukkan tren kenaikan dari rata-rata di bawah empat kejadian menjadi lima kejadian per hari.

Jika menilik catatan instrumental selama bulan Oktober 2026, aktivitas seismik sangatlah kompleks. Tercatat terjadi 129 kali gempa Tornillo, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, serta ratusan gempa tektonik baik lokal maupun jauh. Memasuki awal November, intensitas getaran ini masih terus terpantau secara konsisten.

Secara visual, kondisi Gunung Gamkonora terpantau masih terlihat jelas, meski terkadang tertutup kabut. Asap putih tipis terlihat keluar dari kawah utama dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 50 meter dari puncak gunung.

Menyikapi situasi ini, Badan Geologi mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak valid atau berita bohong terkait aktivitas gunung api.

Pihak berwenang menegaskan bahwa evaluasi terhadap tingkat aktivitas Gunung Gamkonora akan dilakukan secara berkala. Status Waspada dan aturan zona aman akan terus diberlakukan hingga ada laporan evaluasi terbaru yang menyatakan kondisi telah kembali stabil. Informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari kesalahan informasi di tengah situasi yang dinamis ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar