Bangkalan Siapkan Lahan Raksasa untuk Industri

Bangkalan Siapkan Lahan Raksasa untuk Industri

Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor ekonomi melalui rencana pengembangan kawasan industri berskala masif. Langkah strategis ini ditandai dengan kesiapan pemerintah daerah untuk menyediakan lahan seluas 3.500 hektare guna mendukung percepatan industrialisasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, Rizal Moris, mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Hingga saat ini, sebanyak 500 hektare lahan telah berhasil disiapkan dan siap untuk dikelola guna menyambut para investor.

Bangkalan Siapkan Lahan Raksasa untuk Industri
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Rizal menjelaskan bahwa langkah penyediaan lahan yang sangat luas ini dipicu oleh adanya kerja sama strategis antara perusahaan asing asal Tiongkok dengan perusahaan nasional. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun kawasan industri terpadu di Bangkalan. Menariknya, investasi besar ini disebut-sebut berkaitan erat dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang menandakan pentingnya proyek ini bagi skala nasional.

COLLABMEDIANET

"Kami telah memetakan beberapa wilayah potensial yang akan menjadi pusat pengembangan kawasan industri. Fokus utama kami ada di Kecamatan Socah, Kamal, dan Kecamatan Bangkalan," ujar Rizal saat memberikan keterangan kepada awak media di Bangkalan.

Penyediaan lahan di tiga kecamatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selain untuk menarik modal, tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal agar merasakan dampak langsung dari kehadiran industri.

Untuk memastikan proyek ini berjalan mulus, Pemkab Bangkalan tidak hanya menyiapkan tanah, tetapi juga melakukan reformasi birokrasi melalui penyederhanaan proses perizinan. Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin kolaborasi erat dengan akademisi dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kerja sama ini mencakup bidang riset, hilirisasi produk, hingga penyiapan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan standar kebutuhan industri modern.

Jenis industri yang akan masuk ke Bangkalan diproyeksikan sebagai industri padat karya. Beberapa sektor yang akan dikembangkan meliputi pabrik tekstil, pengolahan plastik, hingga industri makanan seperti pabrik cokelat. Kehadiran industri jenis ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Berdasarkan pemaparan dari pihak investor, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap antara 700 hingga 1.000 tenaga kerja," tambah Rizal.

Satu hal yang menjadi poin krusial dalam kesepakatan ini adalah perlindungan terhadap tenaga kerja lokal. Pemkab Bangkalan telah menegaskan kepada investor bahwa sekitar 80 persen dari total kebutuhan tenaga kerja wajib berasal dari warga Kabupaten Bangkalan dan masyarakat Madura pada umumnya. Pihak investor pun telah menyepakati komitmen tersebut.

Saat ini, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektor dan merangkul berbagai elemen masyarakat guna memastikan stabilitas keamanan di lokasi proyek, sehingga para investor merasa nyaman untuk menanamkan modalnya di Bumi Madura.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar